Menko Perekonomian: Belum Terjadi Penurunan Covid-19, PPKM Diperpanjang

Vania Rossa

Kamis, 21 Januari 2021 | 19:37 WIB
Menko Perekonomian: Belum Terjadi Penurunan Covid-19, PPKM Diperpanjang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto (Press Briefing terkait Program 3T, Gerakan Donor Plasma, UMKM Digital, serta Bantuan dan Solidaritas Bencana)

Suara.com - Sejak munculnya Covid-19 pada Maret 2020 lalu, telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran kasus di masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu penerapan 3T, yaitu Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan) di masyarakat, yang telah dilaksanakan sejak Juli 2020. Namun, menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, hingga saat ini pemerintah masih terus berupaya untuk memperbaiki sistem 3T agar hasil yang didapatkan maksimal untuk mengurangi kasus penyebaran Covid-19.

Dalam siaran yang dilakukan bersama BNPB, Airlangga mengatakan setelah diadakannya aturan 3T, data menunjukkan terjadi penurunan, terutama akibat diberlakukannya kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11 Januari lalu. Namun, dari data yang diperoleh, angka yang didapatkan belum terjadi penurunan yang signifikan sehingga pemerintah memutuskan PPKM diperpanjang hingga 8 Februari mendatang.

Airlangga juga menambahkan, aturan 3T akan lebih ditingkatkan agar lebih efektif ke depannya. Untuk bagian testing (pemeriksaan) diharapkan Indonesia dapat mencapai ideal yaitu sekita 200-300 ribu per hari. Lalu untuk tracing (pelacakan), akan terus diupayakan sehingga tidak terjadi penyebaran lebih luas.

Di samping itu, dari sisi treatment (pengobatan), pemerintah akan berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, terkait semakin banyak kasus harian yang ada di masyarakat. Rencananya, setiap rumah sakit akan diminta untuk membuka 30 persen tempat untuk pasien Covid-19.

“Setiap rumah sakit akan diminta 30 persen untuk menampung pasien Covid-19, karena keterbatasan tempat tidur untuk pasien saat ini,” ucap Airlangga, Kamis (21/01/2021), dalam Press Briefing terkait Program 3T, Gerakan Donor Plasma, UMKM Digital, serta Bantuan dan Solidaritas Bencana.

Untuk zona merah, penanganan akan lebih ditekan. Hal ini dilihat dari data tingkat kematian dan kesembuhan di wilayah tersebut. Ketersediaan obat juga diperhatikan untuk mendorong kesembuhan pasien. Pemerintah juga berupaya untuk menjalankan vaksinasi untuk masyarakat yang tidak sakit sehingga tercipta sistem kekebalan masyarakan menyeluruh. Hal ini dipercaya dapat memutus penyebaran Covid-19.

Selain dengan penerapan 3T dan perpanjangan PPKM, salah satu cara yang dilakukan untuk menekan Covid-19 yaitu dengan gerakan donor plasma. Gerakan ini dinilai sangat ampuh untuk membantu para pasien Covid-19 agar sembuh. Pemerintah berharap dari total pasien yang sembuh, 10 persennya sudah dapat membantu untuk pasien yang mengalami Covid-19.

Seperti yang dketahui, donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 dipercaya ampuh untuk menyembuhkan pasien yang sedang sakit. Untuk itu, pemerintah berharap agar para penyintas Covid-19 dapat membantu. Di samping itu, mencari pendonor tidak mudah, karena harus menjalani berbagai tes terlebih dahulu untuk memastikan plasma yang didapat cocok.

"Mereka yang bisa donor plasma hanya yang sehat. Kebanyakan yang bisa donor itu pria, untuk wanita yang pernah melahirkan tidak bisa. Calon pendonor juga harus dicek apakah ada penyakit, lalu cek HB-nya, jika lolos persyaratan, baru bisa donor, “ ucap Airlangga.

baca juga

PMI telah menyediakan fasilitas untuk masyarakat yang mau mendonorkan darahnya. Saat ini PMI baru memenuhi 1.000 kantong plasma per bulan. Diharapkan, kantong yang didapat bisa mencapai 5.000 per bulan. "Namun, PMI baru (bisa memenuhi) sekitar 1.000 kantong per bulan, dari targetnya 5.000 per bulan. Saat ini rasionya 1 plasma dibutuhkan 8 orang, jadi sangat kurang," pungkas Airlangga. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebagian Hotel di Jawa Tengah Tombok Terus, Tak Ada Pelanggan

Sebagian Hotel di Jawa Tengah Tombok Terus, Tak Ada Pelanggan

News | Kamis, 21 Januari 2021 | 19:33 WIB

PPKM Jawa-Bali, Benarkah Jumlah Pasien Covid-19 di RS Berkurang?

PPKM Jawa-Bali, Benarkah Jumlah Pasien Covid-19 di RS Berkurang?

Health | Kamis, 21 Januari 2021 | 19:18 WIB

Selama Masa PPKM, 1,2 Juta Lebih Warga Jatim Terjaring Razia Polisi

Selama Masa PPKM, 1,2 Juta Lebih Warga Jatim Terjaring Razia Polisi

Jatim | Kamis, 21 Januari 2021 | 18:57 WIB

Terkini

Clouds Roll Like Gureumi Tayang 2027, Dahyun dan Cha Woo Min Jatuh Cinta

Clouds Roll Like Gureumi Tayang 2027, Dahyun dan Cha Woo Min Jatuh Cinta

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Protes Relokasi, Pedagang Pasar Raya Padang Khawatir Kehilangan Pembeli

Protes Relokasi, Pedagang Pasar Raya Padang Khawatir Kehilangan Pembeli

Sumbar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Pinggir Jalan Tanjung Duren

Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Pinggir Jalan Tanjung Duren

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Beda Konten, Beda Alat! Rekomendasi Phone Holder dan Tripod Auto Face Tracking

Beda Konten, Beda Alat! Rekomendasi Phone Holder dan Tripod Auto Face Tracking

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Danantara Aji Mumpung, Aktif Serok Saham di Kala Pasar Modal RI Ambruk

Danantara Aji Mumpung, Aktif Serok Saham di Kala Pasar Modal RI Ambruk

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Curhat Warga Malaysia Tersiksa Dikirim Asap Kebakaran Hutan Indonesia: Kami Tidak Bisa Bernapas

Curhat Warga Malaysia Tersiksa Dikirim Asap Kebakaran Hutan Indonesia: Kami Tidak Bisa Bernapas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati

Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Waspada Potensi Banjir di Sumut, BMKG Prediksi Hujan Lebat 23-25 Oktober

Waspada Potensi Banjir di Sumut, BMKG Prediksi Hujan Lebat 23-25 Oktober

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:22 WIB

4 Acne Spot Sulfur Solusi Buat Jerawat Auto Cepat Kering dan Kontrol Minyak

4 Acne Spot Sulfur Solusi Buat Jerawat Auto Cepat Kering dan Kontrol Minyak

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:20 WIB

×