Long Covid Pada Setiap Orang Bisa Berbeda, Kenapa?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 23 Januari 2021 | 09:35 WIB
Long Covid Pada Setiap Orang Bisa Berbeda, Kenapa?
Ilustrasi long covid. (Shutterstock)

Suara.com - Meski sudah satu tahun mewabah di dunia, infeksi Covid-19 masih menyisakan banyak misteri yang belum bisa diungkap oleh para ilmuwan. Salah satunya, terkait gejala sisa atau long covid.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto. Sp.P(K). mengatakan bahwa belum ada satu pun jurnal ilmiah yang memastikan lama waktu long covid pada penyintas Covid-19. Menurutnya, kondisi setiap orang bisa berbeda, terlebih karakteristik Covid-19 juga masih terus diteliti hingga sekarang.

"Covid itu masih jadi fenomena yang diselidiki tim-tim luar negeri dan juga di Indonesia. Banyak masih jadi pertanyaan, apakah seseorang alami long covid atau tidak, belum bisa dijawab. Berapa lama alami long covid, juga di beberapa literatur belum ada jawabannya," kata dokter Agus dalam forum virtual series 'Kenapa Penyintas Bisa Alami Long Covid', Jumat (22/1/2021).

Saat ini, baru ada dua teori hipotesis terkait kemungkinan penyintas mengalami long covid dan lama waktu terjadinya gejala sisa tersebut.

"Ada orang yang hanya alami (long covid) dua minggu, ada yang berbulan-bulan. Pertama tergantung beratnya pada saat seseorang terkena Covid-19," kata Agus.

Ia menjelaskan, jika pasien mengalami derajat berat, bahkan sampai kritis dan masuk ICU juga membutuhkan ventilator saat dirawat, maka kemungkinan sudah terjadi proses kerusakan organ yang cukup luas. Mulai dari organ paru, jantung, hingga ginjal mengalami komplikasi.

"Pada kondisi seperti ini, maka kecenderungan long covid yang muncul akan lebih lama. Itu yang setidaknya bisa berikan jawaban," ucapnya.

Kondisi berbeda ketika seseorang alami derajat ringan, hanya batuk pilek. Dokter Agus mengatakan, tentu kerusakan jaringan tidak akan separah pasien yang alami gejala berat. Otomatis gejala sisa yang muncul juga tidak akan lebih lama.

Teori kedua, lanjutnya, tergantung faktor komorbid yang dimiliki pasien. Ia mencontohkan, jika pasien Covid-19 sebelum terinfeksi memang sudah memiliki riwayat sakit jantung, maka cenderung berisiko mengalami gejala sisa yang menetap akibat covid.

baca juga

"Jadi itu dua hal paling umum bisa jelaskan kenapa orang long covid ada yang cepat, ada yang lama," jelas dokter spesialis pulmonologi dan kesehatan respirasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyintas Covid Berisiko Alami Pengentalan Darah, Bisa Sebabkan Kematian?

Penyintas Covid Berisiko Alami Pengentalan Darah, Bisa Sebabkan Kematian?

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 20:07 WIB

Alami Pneumonia, Bisakah Organ Paru Penyintas Covid-19 Kembali Normal?

Alami Pneumonia, Bisakah Organ Paru Penyintas Covid-19 Kembali Normal?

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 10:46 WIB

Alami 7 Gejala, Pesan Penyintas Covid-19: Kurangi Kongkow, Patuhi Prokes

Alami 7 Gejala, Pesan Penyintas Covid-19: Kurangi Kongkow, Patuhi Prokes

Jakarta | Selasa, 19 Januari 2021 | 19:09 WIB

Terkini

Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun

Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki

Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki

Lampung | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:02 WIB

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini

Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan

Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu

Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Pengamanan Diperketat, Helikopter dan Rantis Disiagakan Jelang Kedatangan Prabowo di DPR

Pengamanan Diperketat, Helikopter dan Rantis Disiagakan Jelang Kedatangan Prabowo di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:47 WIB

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Prahara Chat Aborsi Viral: Karier Sang Duta Wisata Tio Ferdian Terjerembab

Prahara Chat Aborsi Viral: Karier Sang Duta Wisata Tio Ferdian Terjerembab

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Rilis iPhone 18 Bakal "Dicicil", Versi Standar Terpaksa Ngaret Sampai 2027? Ini Bocorannya!

Rilis iPhone 18 Bakal "Dicicil", Versi Standar Terpaksa Ngaret Sampai 2027? Ini Bocorannya!

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:42 WIB

×