Ilmuwan Eropa: Tak Ada Kematian yang Berkaitan dengan Vaksinasi Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 25 Januari 2021 | 09:44 WIB
Ilmuwan Eropa: Tak Ada Kematian yang Berkaitan dengan Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Walaupun terdapat laporan sejumlah orang di Eropa meninggal tak lama setelah divaksinasi Covid-19, para ilmuwan mengatakan bukti yang tersedia sejauh ini tidak berkaitan dengan kandungan vaksin. Badan kesehatan menekankan bahwa sebagian besar kematian pasca vaksinasi terjadi pada orang lanjut usia, di mana kondisinya memang telah rentan terkena penyakit.

Seperti kematian 33 orang di panti jompo yang terjadi di Norwegia. Kematian itu dilaporkan setelah sekitar 20.000 penghuni panti jompo menerima suntikan pertama vaksin Pfizer-BioNTech. Setidaknya 13 orang dari jumlah yang meninggal itu tidak hanya sangat lanjut usia, tetapi juga dinilai telah memiliki kondisi fisik lemah dengan penyakit serius, kata Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia.

Meskipun belum ada analisis yang dilakukan tentang penyebab kematian, ilmuwan menilai bahwa dengan orang lanjut usia dan rentan, efek samping normal vaksinasi seperti demam atau mual dapat menyebabkan kematian.

Di luar Norwegia, berita tersebut menimbulkan keprihatinan yang meluas dan menimbulkan skeptisisme anti-vaksin, mendorong pihak berwenang untuk menekankan bahwa tidak ada hubungan yang telah dibuat antara vaksin dan kematian pasca-suntikan.

Sementara itu di Prancis, dari 800.000 orang yang divaksinasi, sembilan kematian penghuni yang tengah sakit kronis terjadi di panti jompo pada Jumat (22/1).

Badan obat-obatan nasional ANSM mengatakan bahwa berdasarkan bukti yang tersedia, tidak ada yang menyimpulkan bahwa kematian yang dilaporkan terkait dengan vaksinasi.

Termasuk juga dengan 13 kematian orang tua yang tercatat di Swedia dan 7 di Islandia yang disebut tidak ada kaitannya dengan vaksinasi Covid-19.

Di Portugal, seorang pekerja perawatan meninggal dua hari setelah diinokulasi, tetapi kementerian kehakiman setempat mengatakan tidak menemukan hubungan langsung dengan kandungan vaksin Covid.

Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency / EMA) mengatakan, meskipun ada kematian, sampai saat ini, tidak ada masalah khusus yang diidentifikasi dengan Comirnaty, nama komersial untuk tembakan Pfizer-BioNTech.

baca juga

Dikutip Channel News Asia, EMA mencatat bahwa pihak berwenang menyelidiki kematian untuk menentukan apakah vaksin itu bertanggung jawab. Badan Nasional dan Eropa memeriksa setiap masalah dengan vaksinasi yang dilaporkan oleh profesional kesehatan, perusahaan farmasi, dan pasien itu sendiri.

Untuk saat ini, jumlah dan jenis kematian pada orang yang divaksinasi tidak dianggap abnormal. Di banyak negara, seperti Prancis, Norwegia, Spanyol, dan Inggris Raya, orang yang lemah dan lanjut usia berada di urutan pertama untuk vaksinasi.

“Bukan hal yang tidak terduga bahwa beberapa dari orang-orang ini mungkin secara alami jatuh sakit karena usia mereka atau kondisi yang mendasarinya segera setelah divaksinasi, tanpa vaksin yang berperan dalam hal itu,” kata regulator obat Inggris, MHRA.

Prancis dan beberapa negara Nordik telah melaporkan kematian pasca-vaksinasi dan merinci potensi efek samping dari suntikan bahkan jika tidak ada kaitannya. Tetapi MHRA Inggris mengatakan, akan membuat pernyataan di kemudian hari.

"Kami akan mempublikasikan rincian semua reaksi yang dicurigai yang dilaporkan terkait dengan vaksin Covid-19 yang disetujui, bersama dengan penilaian data kami secara teratur di masa depan," katanya.

Pejabat kesehatan Eropa tetap memastikan bahwa sejumlah kematian itu tidak berkaitan dengan keamanan vaksin. Norwegia tidak mengubah peluncuran vaksinasi, meskipun telah merekomendasikan para dokter untuk mempertimbangkan kesehatan keseluruhan yang paling lemah sebelum memberi mereka suntikan, kebijakan dari banyak negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjing dan Kucing Perlu Suntik Vaksin Covid-19, Ini Kata Ahli!

Anjing dan Kucing Perlu Suntik Vaksin Covid-19, Ini Kata Ahli!

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 08:22 WIB

Peringatkan! Orang Divaksinasi Covid-19 Disebut Masih Bisa Sebarkan Virus

Peringatkan! Orang Divaksinasi Covid-19 Disebut Masih Bisa Sebarkan Virus

Tekno | Senin, 25 Januari 2021 | 08:30 WIB

Dokter Meninggal Setelah Disuntik Vaksin COVID-19, Namanya Zamhari Farzal

Dokter Meninggal Setelah Disuntik Vaksin COVID-19, Namanya Zamhari Farzal

Jakarta | Senin, 25 Januari 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

×