Menurut Pakar, Hubungan Seks Bisa Redakan Nyeri Menstruasi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2021 | 21:00 WIB
Menurut Pakar, Hubungan Seks Bisa Redakan Nyeri Menstruasi
Ilustrasi seks saat menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang menghindari seks saat menstruasi. Padahal berhubungan seks saat sedang menstruasi tenyata juga bisa bermanfaat bagi siklus Anda.

Melansir dari Insider, seks membantu menghilangkan kram menstruasi. Kram menstruasi menjadi salah satu keluhan utama saat orang mengalami menstruasi.

"Untungnya, seks saat menstruasi dapat membantu meredakan kram ini," kata Sherry A. Ross, MD, OB / GYN dan pakar kesehatan wanita di Santa Monica, California.

"Kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi rahim untuk membantu melepaskan lapisan yang dipicu oleh pelepasan hormon yang disebut prostaglandin. Orgasme dari kontraksi seks kemudian mengendurkan rahim yang bisa menghilangkan rasa sakit akibat kram," kata Ross.

Selain relaksasi fisik rahim, ada juga hormon perasaan senang yang disebut endorfin di mana dilepaskan saat  mengalami orgasme. Endorfin mengaktifkan reseptor opioid dalam tubuh yang dapat membantu meredakan nyeri untuk sementara.

Reseptor opioid adalah bagian dari sistem dalam tubuh yang mengontrol rasa sakit.

Selain membantu meredakan nyeri, berhubungan seksual saat menstruasi juga memiliki manfaat berikut, antara lain:

1. Pelumasan alami

Ross mengatakan beberapa orang mengalami lebih banyak pelumasan karena ada lebih banyak aliran darah ke vagina dan rahim selama menstruasi. Ditambah lagi, darah haid itu sendiri bisa bertindak sebagai pelumas alami.

Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

2. Peningkatan dorongan seks 

Banyak orang mengalami peningkatan libido selama ovulasi. Menurut Ross, ovulasi merangsang hormon dan meningkatkan Anda untuk gairah yang lebih besar. Beberapa orang juga melaporkan bahwa mereka mengalami dorongan seks yang lebih tinggi selama menstruasi.

3. Seks saat menstruasi dapat mengurangi stres

Seks adalah pereda stres yang dikaitkan dengan pelepasan endorfin saat berhubungan seks. Selain itu, orgasme melepaskan hormon oksitosin yang dapat menangkal efek hormon stres kortisol (hormon stres).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orgasme Berlebihan Saat Setubuhi PSK, Pria Malawi Semaput Lalu Meninggal

Orgasme Berlebihan Saat Setubuhi PSK, Pria Malawi Semaput Lalu Meninggal

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 14:02 WIB

Seorang Pria di Hong Kong Tunangan dengan Boneka Seks, Maharnya iPhone 12

Seorang Pria di Hong Kong Tunangan dengan Boneka Seks, Maharnya iPhone 12

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 07:54 WIB

Kram Saat Menstruasi, Ini Sebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Kram Saat Menstruasi, Ini Sebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 19:10 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB