Ini Alasan Remaja Sulit Punya Kesehatan Mental yang Baik Saat Pandemi

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:21 WIB
Ini Alasan Remaja Sulit Punya Kesehatan Mental yang Baik Saat Pandemi
Ilustrasi remaja burnout di masa pandemi. (Elements Envato)

Suara.com - Bertahan di rumah saja selama masa pandemi bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihadapi, apalagi bagi para remaja. Mengingat, di usia ini seharusnya mereka bisa mengembangkan diri sebebasnya, melakukan berbagai kegiatan positif di luar rumah, bergabung bersama komunitas, hingga bersosialisasi dengan teman sebaya.

Tak heran jika saat ini banyak remaja yang juga mengalami 'burnout'. Mereka merasa stres dan kelelahan dengan aktivitas yang membatasi diri mereka. Psikiater Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengungkap empat dimensi penting yang memengaruhi ketahanan jiwa remaja, yang bisa memperburuk kondisi kesehatan mental mereka, jika tak ditangani secepatnya.

Berikut daftarnya, seperti yang dijelaskan perempuan yang juga menjabat sebagai Secretary General Asian Federation of Psychiatric Associations dalam webinar berjudul 'Lelah dan Bosan Hadapi pandemi, Waspada Bahaya Pandemic Fatigue', Jumat (29/1/2021), yang dihelat Suara.com.

1. Perasaan ketidakberdayaan atau hopeless
Saat ini para remaja harus bersekolah online, yang membuat aktivitas belajar juga menjadi tidak maksimal. Tidak bertemu guru yang bisa mereka tanyai pelajaran yang kurang mereka pahami dengan bebas. Hingga akhirnya banyak remaja mulai mempertanyakan masa depannya.

2. Merasa menjadi beban
Tentu, meski masih muda, hal ini juga mereka rasakan. Merasa semakin menjadi beban orangtua, seperti mengganggu orangtua untuk meminta bantuan belajar, butuh pendampingan, hingga meminjam gadget untuk mereka belajar. Sebenarnya, semua hal ini membuat mereka merasa tidak nyaman, karena merasa menjadi beban tambahan bagi orangtua.

3. Perasaan kesepian
Remaja juga perlu memperluas pergaulan, terutama dengan teman-teman sebanyanya. Namum, kedekatan secara virtual, tidak bisa menggantikan kedekatan secara langsung.

4. Perasaan ingin menjadi bagian dari sesuatu
Di usia inilah mereka seharusnya banyak mengembangkan diri dengan menjalani berbagai macam kegiatan di luar rumah. Mulai dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mengikuti lomba, atau bergabung dalam beragam komunitas. Tapi, dia tidak bisa melalukan semua itu secara aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wow! Mantan Prajurit Kopassus Beri Latihan Fisik Puluhan Remaja

Wow! Mantan Prajurit Kopassus Beri Latihan Fisik Puluhan Remaja

Sulsel | Jum'at, 29 Januari 2021 | 15:29 WIB

Studi: Kesehatan Mental Remaja Perempuan Terganggu akibat Media Sosial

Studi: Kesehatan Mental Remaja Perempuan Terganggu akibat Media Sosial

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 18:36 WIB

Sosok Gadis Termuda di China yang Ketagihan Oplas, Sudah Tembus 100 Kali

Sosok Gadis Termuda di China yang Ketagihan Oplas, Sudah Tembus 100 Kali

Lifestyle | Kamis, 28 Januari 2021 | 13:38 WIB

Terkini

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

×