Setelah Tes Usap Lubang Anus, Peneliti Siapkan Cara Baru Tes Covid-19

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 02 Februari 2021 | 12:34 WIB
Setelah Tes Usap Lubang Anus, Peneliti Siapkan Cara Baru Tes Covid-19
Ilustrasi: Setelah Tes Usap Lubang Anus, Peneliti Siapkan Cara Baru Tes Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan berita metode tes Covid-19 terbaru di China. Alih-alih melakukan tes usap tenggorokan, ada metode tes baru menggunakan tes usap lubang anus.

Kini, metode tes Covid-19 lain tengah dikembangkan dan melibatkan permen!

Mengutip Daily Mail, Selasa (2/2/2021) metode tes Covid-19 yang dikembangkan peneliti dari Ohio State ini berangkat dari ditemukannya 86 pasien Covid-19 mengalami gejala hilang indera pengecapan dan penciuman.

Tidak kurang dari 8 rasa permen sedang dikembangkan untuk metode tes ini. Nantinya peserta akan diminta mengidentifikasi setiap rasa dan aroma dari permen selama 90 hari.

Jika dalam satu waktu indera penciuman atau perasa tidak bisa bekerja, permen yang tersambung dalam aplikasi akan memperingatkan peserta untuk melakukan karantina mandiri atau menjalani tes Covid-19.

"Siapa yang tidak suka permen. Ini adalah stimulus ideal karena orang ingin menjalani tesnya," terang Peneliti Christopher Simons, Profesor Ilmu Teknologi Makanan di Ohio State.

Tahap pertama uji coba tes Covid-19 ini, membuktikan seberapa baik permen bisa bekerja dibanding dengan metode manual seperti mencicipi obat pahit.

Jika pasien dinyatakan positif melalui tes ini, yang dikonfirmasi dengan tes PCR, maka uji coba berlanjut ke jangka tes Covid-19 terhadap 2.800 orang selama 90 hari.

Semua peserta ini akan diminta mengendus dan memakan sepotong permen setiap hari, selama periode uji coba atau penelitian.

Menurut Simons, tes Covid-19 dengan permen ini memanfaatkan dua jalur virus yakni hidung yang disebut orthonasal dan bagian belakang tenggorokan yang disebut retronasal.

Selanjutnya peserta akan melaporkan yang apa yang dirasa, terdeteksi aroma dan seberapa tinggi intensitasnya.

Jika aplikasi menyatakan tiba-tiba kehilangan, maka peserta akan langsung menerima notifikasi untuk segera melakukan tes Covid-19 atau menjalani karantina mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RSUD Haji Makassar Terbitkan Surat Hasil Tes Covid-19 Digital, Lebih Aman

RSUD Haji Makassar Terbitkan Surat Hasil Tes Covid-19 Digital, Lebih Aman

Sulsel | Selasa, 02 Februari 2021 | 12:32 WIB

Bandara Radin Inten II Lampung Terapkan Sistem Digital Validasi Surat Covid

Bandara Radin Inten II Lampung Terapkan Sistem Digital Validasi Surat Covid

Lampung | Selasa, 02 Februari 2021 | 12:04 WIB

Ada 11 Kasus Virus Corona Afrika Selatan, Inggris akan Lakukan Tes Massal

Ada 11 Kasus Virus Corona Afrika Selatan, Inggris akan Lakukan Tes Massal

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 09:22 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB