Ini Waktu Olahraga Terbaik untuk Pria Berisiko Tinggi Diabetes Tipe 2

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Jum'at, 05 Februari 2021 | 12:31 WIB
Ini Waktu Olahraga Terbaik untuk Pria Berisiko Tinggi Diabetes Tipe 2
Ilustrasi waktu olahraga terbaik untuk pria. (Shutterstock)

Suara.com - Ternyata, waktu olahraga terbaik berbeda-beda antar individu. Sebuah studi mengamati pria berisiko tinggi diabetes tipe 2, dan menemukan bahwa mereka yang berolahraga di sore hari mengalami peningkatan kesehatan metabolik lebih baik daripada mereka yang melakukan latihan yang sama di pagi hari.

Ilmuwan telah mengetahui sejak lama bahwa waktu-waktu tertentu mempengaruhi kualitas kesehatan manusia. Sebelumnya, studi pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa setiap jaringan di tubuh mengandung semacam jam molekuler, sebagai respons terhadap pesan biologis yang terkait dengan paparan harian kita terhadap cahaya, makanan, dan tidur.

Dipengaruhi oleh gaya hidup, jam ini menciptakan beberapa ritme sirkadian di dalam diri kita yang mendorong naik turunnya suhu tubuh, kadar hormon, gula darah, tekanan darah, kekuatan otot, dan sistem biologis lainnya sepanjang hari.

Ilmu sirkadian juga menunjukkan bahwa mengganggu pola sirkadian normal dapat mengganggu kesehatan. Orang yang bekerja shift malam, misalnya, yang kebiasaan tidurnya berubah, cenderung berisiko tinggi mengalami masalah metabolisme seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Hal yang sama berlaku untuk orang yang makan larut malam, di luar jam makan malam biasanya.

Selama ini, lebih banyak penelitian berfokus pada waktu makan atau waktu tidur. Sedangkan penelitian mengenai apakah waktu olahraga dapat memengaruhi kesehatan metabolisme, masih kurang didalami.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa pria dengan diabetes tipe 2 yang menyelesaikan beberapa menit sesi interval intensitas tinggi di sore hari secara substansial akan meningkatkan kontrol gula darah mereka setelah dua minggu. Namun, jika mereka melakukan olahraga dengan intensitas yang sama di pagi hari, kadar gula darah mereka sebenarnya melonjak dengan cara yang tidak sehat.

Patrick Schrauwen, profesor ilmu nutrisi dan ilmu gerak di Maastricht University Medical Center di Belanda, membaca studi tahun 2019 itu dengan penuh minat. Dia dan rekan-rekannya telah mempelajari olahraga intensitas sedang pada orang dengan diabetes tipe 2, tetapi dalam penelitian mereka, tidak mempertimbangkan kemungkinan peran waktu. Sekarang, melihat berbagai dampak dari latihan intens, dia bertanya-tanya apakah waktu olahraga untuk intensitas sedang ini juga dapat mempengaruhi metabolisme?

Schrauwen dan rekan-rekannya menarik data dari 12 pria yang secara konsisten berolahraga antara jam 8 pagi dan 10 pagi dan membandingkan mereka dengan 20 orang lainnya yang selalu berolahraga antara jam 3 sore dan 6 sore. Mereka menemukan bahwa manfaat olahraga sore secara meyakinkan mengalahkan manfaat olahraga pagi.

Setelah 12 minggu, pria yang mengayuh di sore hari menunjukkan sensitivitas insulin rata-rata yang jauh lebih baik daripada yang berolahraga di pagi hari, menghasilkan kemampuan yang lebih besar untuk mengontrol gula darah. Mereka juga telah mengurangi lemak di sekitar bagian perut daripada mereka yang berolahraga di pagi hari, meskipun rutinitas olahraga setiap orang sama.

“Saya percaya bahwa berolahraga lebih baik daripada tidak berolahraga, terlepas dari waktunya. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga sore mungkin lebih bermanfaat bagi orang dengan metabolisme yang terganggu daripada olahraga yang sama yang dilakukan sebelumnya," katanya.

Studi tersebut, yang ditulis dalam Physiological Reports, hanya melibatkan pria. Metabolisme wanita mungkin merespons secara berbeda.

Schrauwen mengatakan dia yakin olahraga sore mungkin bisa berdampak pada makanan yang kita konsumsi di sore hari dan membantu mempercepat metabolisme makanan terakhir sebelum kita pergi tidur. Efek ini dapat membuat tubuh kita dalam keadaan berpuasa semalaman, yang dapat menyinkronkan jam dan metabolisme tubuh dengan lebih baik serta menyempurnakan kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Masalah Kesehatan Ini Bisa Pengaruhi Hubungan Seks, Cek Sekarang!

5 Masalah Kesehatan Ini Bisa Pengaruhi Hubungan Seks, Cek Sekarang!

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 16:20 WIB

Usia Jantung Bisa Berbeda dengan Usia Kelahiran, Cek Sekarang!

Usia Jantung Bisa Berbeda dengan Usia Kelahiran, Cek Sekarang!

Health | Minggu, 31 Januari 2021 | 16:08 WIB

Waspadai Kesemutan pada Jari Kaki, Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Waspadai Kesemutan pada Jari Kaki, Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Health | Minggu, 31 Januari 2021 | 14:58 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB