Cegah Stunting, BKKBN Imbau Status Gizi Calon Pengantin Harus Baik

Fitri Asta Pramesti

Kamis, 18 Februari 2021 | 08:05 WIB
Cegah Stunting, BKKBN Imbau Status Gizi Calon Pengantin Harus Baik
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. (Dok. BKKBN)

Suara.com - Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengimbau pentingnya memastikan status gizi dalam keadaan baik bagi para calon pengantin, guna mencegah terjadinya stunting.

Hasto mengungkap kondisi pandemi Covid-19 bisa semakin memperburuk angka prevalensi stunting di Indonesia. Dari data Survei Status Gizi Balita pada tahun 2019 di angka 27,6 persen dan diperkirakan ditahun 2021 ini bisa naik mencapai 32,5 persen.

Masa pra nikah, hamil, pasca melahirkan, 1000 hari pertama kehidupan dan balita, kata Hasto, merupakan masa kritis yang berpengaruh pada stunting.

"Penyebab tingginya stunting juga dikarenakan sebagian kelahiran bayi sudah dalam kondisi kekurangan gizi,” tutur Hasto pada audiensi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) secara daring, Rabu (17/02/2021).

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukan angka bayi dengan berat badan saat lahir kurang di angka 11,7 persen dan bayi lahir prematur kurang dari 37 minggu kehamilan masih tinggi di angka 29,5 persen hal ini menjadi sumber utama stunting.

Hal ini bisa terjadi karena Ibu masuk kategori kurang gizi, memiliki anemia serta usia ibu saat hamil masih dibawah 20 tahun juga keterpaparan ibu hamil terhadap asap rokok.

Kemudian bayi terlahir sehat menjadi stunting bisa terjadi karena sakit salah satu sebabnya adalah cakupan imunisasi dasar dibawah 60 persen dan karena asupan gizi kurang.

BKKBN membutuhkan masukan bagaimana mengkondisikan status gizi calon pengantin harus baik, mengukur status gizi perempuan 3 bulan sebelum menikah.

"Kemudian bagaimana memberikan saran nasihat apabila terjadi kurang gizi, seperti disarankan untuk tidak hamil terlebih dahulu, pemerintah juga harus hadir untuk memberikan tambahan gizi. Masukan dari ahli gizi mengenai asupan gizi apa saja yang bisa diberikan menjadi penting,” tambahnya.

baca juga

Langkah pertama yang diperlukan, sambungnya, adalah mediagnosis untuk memetakan angka stunting secara mikro dan makro.

Secara mikro yakni mengukur seluruh bayi dibawah dua tahun (baduta), kenapa baduta karena masih bisa di treatment supaya tidak stunting. Diukur by name by address guna menentukan diagnosis klinisnya kasus per kasus. Namun ada pertanyaannya, apakah hal tersebut bisa dilakukan.

“Apabila hal tersebut tidak bisa dilakukan maka dengan data survei per kabupaten atau regional. Kalau ini dilakukan maka kebijakan yang diambil adalah secara makro yakni semua baduta tidak kasus per kasus di treatment semua, tentunya hal ini memerlukan biaya yang besar. Maka dalam forum ini kami berharap tidak lagi berdiskusi panjang, namun bisa bersikap menentukan hal apa yang bisa dilakukan,” tegasnya.

Sementara, Ketua Umum DPP PERSAGI Entos Zainal, mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan kepada pemerintah guna mewujudkan status gizi yang optimal pada masyarakat guna mencegah stunting.

“PERSAGI akan segera melakukan mitigasi dan merumuskan untuk dapat memberikan masukan bagi BKKBN dalam upaya pencegahan stunting, sehingga intervensi gizi dan manajemen yang tepat bisa segera dilakukan,” kata Entos.

PERSAGI yang memiliki 33 ribu anggota, tersebar di Indonesia, selama ini telah melakukan berbagai upaya melalui Edukasi gizi seperti cegah stunting, pemberian ASI eksklusif sebagai gaya hidup, makanan pendamping ASI adequate, gizi seimbang, dan cegah obesitas.

"Juga pemberdayaan masyarakat melalui posyandu, kader mampu menimbang dan mengisi KMS dengan benar memberi penyuluhan, menerapkan K3 yakni kebun, kolam, kandang; pelayanan gizi di fasyankes yang berorientasi pada masyarakat dan komunitas, fasyankes serta peningkatan kompetensi SDM,” tandas Entos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berantas Stunting di Kepri, DPR Dorong BKKBN Terus Koordinasi dengan Pemda

Berantas Stunting di Kepri, DPR Dorong BKKBN Terus Koordinasi dengan Pemda

DPR | Rabu, 17 Februari 2021 | 10:56 WIB

Viral Perempuan Hamil Tanpa Hubungan Seks, Kepala BKKBN Angkat Bicara

Viral Perempuan Hamil Tanpa Hubungan Seks, Kepala BKKBN Angkat Bicara

Health | Minggu, 14 Februari 2021 | 15:32 WIB

Hindari Nikah Muda untuk Kurangi Risiko Kematian Ibu Melahirkan

Hindari Nikah Muda untuk Kurangi Risiko Kematian Ibu Melahirkan

Press Release | Kamis, 11 Februari 2021 | 07:43 WIB

Jokowi: Target 14 Persen Penurunan Stunting Bukan Angka Enteng

Jokowi: Target 14 Persen Penurunan Stunting Bukan Angka Enteng

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 12:54 WIB

Angka Stunting Masih Tinggi, Kepala BKKBN Ungkap Penyebabnya

Angka Stunting Masih Tinggi, Kepala BKKBN Ungkap Penyebabnya

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 14:31 WIB

4 Ciri-Ciri Anak Stunting, Pahami Agar Dapat Melakukan Deteksi Dini

4 Ciri-Ciri Anak Stunting, Pahami Agar Dapat Melakukan Deteksi Dini

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 19:43 WIB

Terkini

Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura

Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV

Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV

Batam | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mahasiswa UI Ingin Jadi Presiden, Sahroni Berkelakar: Jangan Sampai Ada Ijazah Palsu

Mahasiswa UI Ingin Jadi Presiden, Sahroni Berkelakar: Jangan Sampai Ada Ijazah Palsu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Menteri ESDM Sebut Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Sesuai Batas Kontrak

Menteri ESDM Sebut Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Sesuai Batas Kontrak

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Bulog Jamin Kesiapan Beras Jelang Nataru, Stok 4,5 Juta Ton: Pasokan Nasional Aman 10 Bulan

Bulog Jamin Kesiapan Beras Jelang Nataru, Stok 4,5 Juta Ton: Pasokan Nasional Aman 10 Bulan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Redam Inflasi, Mendagri Usul Ada Subsidi Tiket Pesawat Hingga Listrik Jelang Nataru

Redam Inflasi, Mendagri Usul Ada Subsidi Tiket Pesawat Hingga Listrik Jelang Nataru

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:58 WIB

121 Laga, 141 Gol! Catatan Gila Mitchell Baker Sebelum Tembus MLS SuperDraft

121 Laga, 141 Gol! Catatan Gila Mitchell Baker Sebelum Tembus MLS SuperDraft

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Jakarta Targetkan Defisit Sampah pada 2029

Jakarta Targetkan Defisit Sampah pada 2029

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Eks Pimpinan KPK Dukung Revisi UU Tipikor, Asal Adopsi Instrumen UNCAC

Eks Pimpinan KPK Dukung Revisi UU Tipikor, Asal Adopsi Instrumen UNCAC

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Pejabat BUMN Tak Bisa Lagi Minta Perlakuan Istimewa, Nggak Lagi Pakai Patwal

Pejabat BUMN Tak Bisa Lagi Minta Perlakuan Istimewa, Nggak Lagi Pakai Patwal

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:53 WIB

×