Sapi Disebut Bisa Tertular Virus Corona, Mitos atau Fakta?

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 18:24 WIB
Sapi Disebut Bisa Tertular Virus Corona, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi sapi - (Pixabay/athree23)

Suara.com - Selama ini, sejumlah hewan disebut telah tertular dengan virus corona baru. Mulai dari kucing hingga anjing disebut juga bisa terinfeksi penyakit yang menjadi pandemi itu.

Kini muncul anggapan bahwa sapi juga bisa tertular virus corona. Namun benarkah hal tersebut? Atau mungkin hanya mitos belaka?

Menurut studi dari Jerman, sapi bisa saja memiliki kemungkinan tertular virus corona, hal itu bisa menjadi ancaman baru.

Di Federal Research Institute for Animal Health, para peneliti menginokulasi enam sapi dengan Sars-CoV-2, virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Dua hewan termasuk seekor anak sapi, dinyatakan positif setelah tes usap hidung beberapa hari kemudian.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Dilansir dari Asiaone, Profesor Martin Beer dan rekannya memeriksa sampel darah dan mendeteksi adanya antibodi khusus tersebut. Selain itu juga melihat apakah virus yang dibawa manusia telah masuk dan berkembang biak di tubuh sapi.

“Studi eksperimental pertama pada sapi ini menunjukkan kerentanan yang rendah terhadap Sars-CoV-2. Juga tidak dapat dikesampingkan bahwa patogen dapat beradaptasi melalui mutasi,” ungkapnya. Penelitian mengenai sapi dan virus corona ini telah diposting di bioRxiv.org.

Studi sebelumnya juga telah mengkonfirmasi penulara infeksi virus Covid yang terjadi pada musang, hamster, anjing, dan kucing. Namun tidak pada tikus, ayam, bebek dan babi.

Di wilayah dengan jumlah sapi yang tinggi seperti AS, kontak dekat antara ternak dan pemilik yang terinfeksi dapat menyebabkan infeksi antropo-zoonosis pada sapi.

“Karena itu, sapi dapat dimasukkan dalam investigasi wabah jika ada indikasi kontak langsung ke Sars-CoV-2 oleh peternak atau staf yang terinfeksi,” ungkap Profesor Martin Beer.

Ilmuwan Jerman mengatakan, penemuan ini tidak memberikan bukti bahwa sapi atau daging sapi dapat relevan sebagai sumber penularan virus Covid dari manusia.

"Karena itu, tidak ada alasan untuk khawatir, namun kami terus memantau perkembangan selanjutnya," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data Terkini Kasus Covid-19 di Kaltim, Lepas Masker Saat Makan Saja

Data Terkini Kasus Covid-19 di Kaltim, Lepas Masker Saat Makan Saja

Kaltim | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:08 WIB

Wisuda Sarjana di Tengah Pandemi Covid-19

Wisuda Sarjana di Tengah Pandemi Covid-19

Foto | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:04 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Lanjut Usia

Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Lanjut Usia

Foto | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:11 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB