Miris, Wanita Ini Meninggal Usai Transplantasi Paru dari Penderita Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 24 Februari 2021 | 15:38 WIB
Miris, Wanita Ini Meninggal Usai Transplantasi Paru dari Penderita Covid-19
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita yang menderita paru obstruktif kronis berhasil mendapatkan transplantasi paru ganda. Namun, beberapa bulan kemudian, ia meninggal akibat paru-paru dari pendonor tersebut. Kasusnya ditulis dalam laporan yang terbit di American Journal of Transplantation.

Laporan menyebutkan kasus seorang wanita asal Michigan ini terinfeksi Covid-19 setelah menerima transplantasi paru ganda dari pendonor yang membawa virus corona.

Padahal saat pemeriksaan Covid-19 sang pendonor dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala sama sekali, dilansir Health.

Tiga hari setelah operasi, pasien mengalami gejala demam, kesulitan bernapas, dan tekanan darahnya menurun.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Pencitraan MRI menunjukkan adanya infeksi paru-paru. Ketika kondisinya memburuk, yakni saat mengalami syok septik dan masalah fungsi jantung, dokter baru melakukan pengujian Covid-19.

Hasil menunjukkan sang wanita positif Covid-19. Kemudian dokter membandingkan hasil itu dengan pengujian swab hidung dan tenggorokan dari pendonor, yang ternyata negatif.

Hingga akhirnya sang dokter kembali melakukan pengujian dengan sampel cairan dari dalam paru-paru pendonor, dan hasilnya positif Covid-19.

Empat hari kemudian, ahli bedah yang menangani prosedur ini terinfeksi virus corona, menunjukkan baik penerima transplantasi maupun sang dokter terinfeksi oleh pendonor.

Wanita yang tidak disebutkan identitasnya tersebut meninggal pada musim gugur (antara Agustus hingga Oktober) tahun lalu, dua bulan setelah transplantasi di Rumah Sakit Universitas di Ann Arbor.

Pejabat di Fakultas Kedokteran Universitas Michigan percaya mungkin kasus Covid-19 melalui transplantasi organ ini yang pertama terjadi di Amerika Serikat. Ini juga satu-satunya kasus yang dilaporkan dari hampir 40.000 transplantasi pada 2020.

Karenanya, para pejabat menyerukan pengujian yang lebih lengkap terhadap pendonor transplantasi paru-paru, termasuk pengujian sampel dari dalam paru-paru pendonor selain dari hidung dan tenggorokan (tes swab).

Selain itu, pejabat juga menyarankan untuk meningkatkan pemakaian APD bagi petugas kesehatan yang terlibat dalam pengadaan dan prosedur transplantasi.

"Kami sama sekali tidak akan menggunakan paru-paru (pendonor) jika kami mengetahui hasil tes Covid-nya positif," kata penulis laporan Daniel Kaul, MD, direktur layanan penyakit menular untuk transplantasi di Michigan Medicine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya, Bayi Sehat Lahir dari Rahim Transplantasi di Prancis

Pertama Kalinya, Bayi Sehat Lahir dari Rahim Transplantasi di Prancis

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 10:01 WIB

Pertama di Dunia: Dokter Berhasil Operasi Transplantasi Wajah dan Tangan

Pertama di Dunia: Dokter Berhasil Operasi Transplantasi Wajah dan Tangan

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 16:45 WIB

Bisa Makan Sayur di Luar Angkasa, Perdana Astronom Transplantasi Tanaman

Bisa Makan Sayur di Luar Angkasa, Perdana Astronom Transplantasi Tanaman

Tekno | Kamis, 04 Februari 2021 | 07:43 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB