Jangan Diabaikan, Kenali 4 Perubahan Kulit Akibat Virus Corona Covid-19

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:13 WIB
Jangan Diabaikan, Kenali 4 Perubahan Kulit Akibat Virus Corona Covid-19
Ilustrasi masalah kulit, gatal-gatal, perubahan kulit. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, semua orang telah diminta mewaspadai tiga gejala utama virus corona Covid-19, termasuk demam, batuk kering, kehilangan indra penciuman dan perasa.

Di luar ketiga gejala umum tersebut, ada sejumlah efek samping yang kurang umum dilaporkan oleh orang positif virus corona Covid-19. Efek samping kurang umum ini, seperti sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hidung tersumbat serta kelelahan.

Tapi, salah satu gejala virus corona yang belum banyak menarik perhatian adalah berbagai jenis ruam yang bisa muncul di seluruh tubuh.

Meskipun ruam kulit ini lebih jarang terjadi dibandingkan gejala virus corona lainnya, tapi Anda harus bisa mengenalinya. Sehingga Anda bisa mengidentifikasi potensi infeksi virus corona Covid-19 sedini mungkin.

Sebuah studi baru dilansir dari Daily Star, menemukan bahwa 17 persen pasien virus corona dengan lebih dari 1 gejala, seperti ruam kulit sebagai gejala pertama yang muncul.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Sedangkan, 21 persen pasien virus corona mengaku ruam kulit adalah gejala virus corona satu-satunya. Berikut ini, 4 jenis ruam kulit yang bisa terjadi ketika Anda terinfeksi virus corona Covid-19.

1. Lesi seperti chilblain

Jenis masalah kulit ini biasanya memengaruhi jari kaki dan telapak kaki. Biasanya, Anda mendengarnya dengan nama yang lebih umum, seperti jari kaki Covid-19 atau Covid-19 toes.

Setelah satu hingga dua minggu pertama muncul gejala virus corona, lesi akan berubah warna dan berkurang pada pembengkakan. Sevelum akhirnya, sembuh tanpa pengobatan.

baca juga

Jenis ruam atau lesi yang lepuh, merah dan bengkak ini lebih sering terjadi pada anak remaja dan dewasa muda tanpa atau dengan gejala virus corona ringan. Sehingga, masalah kulit ini menjadi gejala virus corona paling umum bagi mereka.

Sebuah penelitian yang menganalisis 26 pasien dengan dugaan perubahan kulit terkait virus corona, menemukan bahwa 73 persen orang yang berpartisipasi menunjukkan lesi seperti chilblain. Anehnya, tidak ada pasien yang mengalami gejala pernapasan dan semuanya dinyatakan negatif Covid-19 ketika lesi mulai muncul.

Satu teori menunjukkan bahwa lesi dipicu oleh sel darah yang rusak akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus atau beberapa gumpalan darah di jari kaki.

2. Ruam makulopapular

Jenis ruam ini memicu area kulit yang berubah warna dan rata. Sebuah penelitian di Spanyol terhadap 375 pasien dengan perubahan kulit terkait virus corona, menemukan bahwa 47 persen mengalami ruam jenis ini.

Jenis ruam ini dikaitkan dengan gejala virus corona yang lebih parah, kebanyakan ditemukan pada pasien paruh baya hingga lanjut usia. Ruam juga biasanya berlangsung 7-18 hari dan muncul 20-36 hari setelah infeksi.

Sama seperti chilblain, ruam makulopapular bisa dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang berjuang keras melawan infeksi. Dalam beberapa kasus, fase hiperinflamasi dimulai 7-10 hari setelah infeksi.

3. Gatal-gatal

Biduran adalah area kulit yang menonjol karena iritasi dan biasanya gatal. Jika terkait virus corona, gatal-gatal biasanya terjadi bersamaan dengan gejala lain yang membuatnya lebih muda diidentifikasi sebagai gejala virus corona.

Biduran muncul setelah infeksi karena menyebabkan kerusakan sel yang kemudian memicu pelepasan histamin melalui sistem kekebalan. Masalah kulit ini paling umum di antara pasien paruh baya dan berhubungan dengan penyakit yang lebih parah.

4. Lesi vesikuler

Secara visual mirip dengan cacar air, lesi vesikuler adalah kantung berisi cairan bening yang terbentuk di bawah kulit. Jika berkaitan dengan virus corona, lesi vesikuler adalah ruam kulit yang paling tidak umum.

Penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa hanya 9 persen pasien virus corona yang menunjukkan lesi ini. Lesi ini sering muncul pada pasien dengan penyakit ringan sekitar 14 hari setelah infeksi awal.

Lesi ini dipicu oleh periode peradangan yang lama dengan antibodi menyerang kulit dan merusak lapisannya. Sehingga mengakibatkan kantung berisi cairan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Umur 80 Tahun, Kakek MO Akhirnya Sembuh usai Terpapar Covid-19

Umur 80 Tahun, Kakek MO Akhirnya Sembuh usai Terpapar Covid-19

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 12:23 WIB

Belajar dari Rina Gunawan, Ini Panduan Cegah Covid-19 untuk Pasien Asma!

Belajar dari Rina Gunawan, Ini Panduan Cegah Covid-19 untuk Pasien Asma!

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 20:44 WIB

Selain Hempas Virus Corona, Vaksin Covid-19 Bisa Lawan Kanker

Selain Hempas Virus Corona, Vaksin Covid-19 Bisa Lawan Kanker

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 06:30 WIB

Terkini

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 16:14 WIB

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

News | Senin, 02 November 2026 | 16:11 WIB

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:10 WIB

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:08 WIB

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

News | Senin, 02 November 2026 | 16:06 WIB

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

News | Senin, 02 November 2026 | 16:03 WIB

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

News | Senin, 02 November 2026 | 16:01 WIB

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:00 WIB

×