Jangan Sepelekan Perut Kembung dan Nyeri, Bisa Jadi Tanda Penyakit Kronis!

Minggu, 07 Maret 2021 | 12:39 WIB
Jangan Sepelekan Perut Kembung dan Nyeri, Bisa Jadi Tanda Penyakit Kronis!
Ilustrasi perut kembung (pixabay)

Suara.com - Penyakit hati atau liver bisa menyebabkan sirosis atau jaringan parut yang bisa menyebabkan gagal hati, suatu kondisi yang mengancam jiwa. Karena itu, kita harus mewaspadai setiap ada sesuatu yang aneh pada bagian hati.

Dalam hal ini, perut kembung sering kali dianggap sesuatu yang normal terjadi setelah mengonsumsi makanan seperti brokoli dan kecambah.

Tapi, perut kembung juga bisa menjadi tanda adanya asites. Menurut Bristish Liver Trust, kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit liver.

Asites adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan penumpukan cairan abnormal di rongga perut. Ada 7 dari 10 kasus asistes disebabkan oleh sirosis hati.

"Ketika pasien menderita sirosis, hati dan ginjal akan berhenti bekerja dengan baik. Cairan pun berhenti dipertukarkan di dalam sel sebagaimana mestinya dan mengarah ke asites," jelas Bristish Liver Trust dikutip dari Express.

Ilustrasi perut kembung dan nyeri (shutterstock)
Ilustrasi perut kembung dan nyeri (shutterstock)

Cairan yang berlebihan di perut bisa menekan diafragma, kemudian menekan paru-paru sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.

Cairan juga terkadang bisa masuk ke dada yang akan menyebabkan kesulitan bernapas. Gejala utama asites meliputi, perut kembung disertai nyeri, sesak napas, dan mual.

"Anda mungkin juga mengalami pembengkakan kaki yang merupakan gejala asites. Tapi, mungkin juga kondisi ini disebabkan oleh rendahnya kadar protein dalam darah yang mengubah cairan melewati dinding darah, pembulih darah dan sel," jelasnya.

Sayangnya, penyakit hati tak selalu menampakkan gejala yang jelas. Jika benar terjadi, orang lain harus mewaspadai gejala kulit dan mana menguning, sakit perut dan bengkak, kulit gatal, urine berwarna gelap, kelelahan kronis, mual, kehilangan selera makan hingga muntah.

Baca Juga: Golongan Darah O Berisiko Kecil Komplikasi Organ Akibat Virus Corona

Jika Anda sudah mengalami salah satu gejalanya, artinya hati sudah rusak dan terluka. NHS pun menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter umum jika memiliki gejala sirosis, seperti:

  1. Merasa sangat lelah dan lemah sepanjang waktu
  2. Kehilangan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan
  3. Kehilangan dorongan seks
  4. Kulit dan bagian putih mata menguning

Meskipun penyakit hati dapat diturunkan, tiga penyebab utamanya adalah obesitas, infeksi hepatitis yang tidak terdiagnosis, dan penyalahgunaan alkohol.

Anda dapat mengurangi risiko berbagai jenis penyakit hati dengan beberapa perubahan gaya hidup sederhana. Misalnya, menjaga berat badan yang sehat dan tidak terlalu banyak minum alkohol.

Karena, minum secara teratur melebihi tingkat yang disarankan akan berbahaya. Ada juga vaksin yang tersedia untuk hepatitis A dan hepatitis B, jika Anda termasuk berisiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI