Efek Samping Vaksin Pfizer, 1 dari 10 Orang Alami Nyeri Sendi

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 09 Maret 2021 | 09:53 WIB
Efek Samping Vaksin Pfizer, 1 dari 10 Orang Alami Nyeri Sendi
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Vaksin Covid-19 memang bisa menimbulkan efek samping, yang merupakan tanda sistem kekebalan tubuh merespons vaksin dengan baik.

Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) Inggris telah menyoroti 7 efek samping paling umum vaksin Pfizer, yakni nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala dan mialgia.

Mialgia adalah kondisi yang menggambarkan nyeri otot, panas dingin, demam dan artralgia atau nyeri sendi. Badan tersebut pun berusaha melakukan penelitian mengenai efek samping dari vaksin Pfizer tersebut.

Berdasarkan laporan, mereka telah mengevaluasi vaksin Pfizer dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 44 ribu peserta. Hasilnya, 1 atau lebih dari 10 orang mengalami nyeri sendi.

Laporan itu mencakup hasil dari periode 9 Desember 2020 hingga 21 Fabuari 2021. Laporan itu juga menambahkan bahwa reaksi terhadap vaksin Covid-19 bisa terjadi dalam intensitas sedang dan akan hilang dalam beberapa hari setelah vaksinasi.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Reaksi merugikan akibat vaksin Covid-19 lebih jarang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, khususnya orang usia 55 tahun ke atas dan sebagian besar memengaruhi orang lebih muda.

Sementara itu, peneliti juga melibatkan 23 ribu peserta yang menerima suntikan vaksin Oxford-AstraZeneca. Suntikan vaksin Oxford ini nampaknya menyebabkan efek samping lebih merugikan daripada vaksin Pfizer.

Dilansir dari Express, ada 10 reaksi yang sering terjadi setelah suntik vaksin Oxford dan menyerang 1 atau lebih dari 10 orang, meliputi:

  1. Nyeri di tempat suntikan
  2. Sakit kepala
  3. Kelelahan
  4. Nyeri otot dan sendi
  5. Demam dan panas dingin
  6. Mual
  7. Rasa sakit umum

Semua reaksi itu bisa berkisar dari tingkat ringan sampai sedang, tetapi akan berlalu dalam beberapa hari setelah suntik vaksin.

baca juga

Vaksin Oxford cenderung memiliki efek samping lebih ringan pada orang usia 65 tahun atau lebih. MHRA menyatakan berkomitmen untuk terus memantau keamanan selama penggunaan vaksin secara luas.

"Vaksinasi satu-satunya cara paling efektif untuk mengurangi kematian dan penyakit parah akibat virus corona Covid-9," kata MHRA.

Karena itu, kehadiran vaksin Covid-19 telah menjadi harapan baru bagi semua orang di tengah pandemi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alhamdulillah, Ribuan Ulama dan Imam Masjid di Cianjur Akan Diberi Vaksin

Alhamdulillah, Ribuan Ulama dan Imam Masjid di Cianjur Akan Diberi Vaksin

Bogor | Senin, 08 Maret 2021 | 19:01 WIB

Kemenkes: Vaksin Covid-19 Saat Ini Masih Sangat Efektif Untuk Varian B117

Kemenkes: Vaksin Covid-19 Saat Ini Masih Sangat Efektif Untuk Varian B117

Health | Senin, 08 Maret 2021 | 18:32 WIB

Dukung Vaksinasi Covid-19, SCH Sediakan Hadiah untuk Nakes dan ASN

Dukung Vaksinasi Covid-19, SCH Sediakan Hadiah untuk Nakes dan ASN

Jogja | Senin, 08 Maret 2021 | 16:28 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×