Studi Zurich Ungkap 80% Anak Muda Alami Penurunan Kesehatan Mental

Vania Rossa

Senin, 15 Maret 2021 | 09:36 WIB
Studi Zurich Ungkap 80% Anak Muda Alami Penurunan Kesehatan Mental
Ilustrasi kesehatan mental anak muda.(Shutterstock)

Suara.com - Laporan Risiko Global 2021 (Global Risks Report 2021), yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group (Zurich), menyoroti risiko dampak pandemi Covid-19 pada kesehatan mental generasi muda. Laporan tersebut mengutip bahwa 80% anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi.

Dalam konteks Indonesia, data yang dihimpun oleh layanan telemedicine Halodoc menunjukkan bahwa konsultasi terkait kesehatan mental di platform tersebut meningkat hingga 300% selama pandemi. Lonjakan drastis tersebut pun membuat layanan konsultasi kesehatan mental menjadi satu dari lima layanan konsultasi yang paling banyak digunakan pasien.

Laporan Risiko Global 2021 oleh WEF dan Zurich menjelaskan bahwa memburuknya kondisi kesehatan mental anak muda ini diakibatkan oleh prospek ekonomi dan pendidikan yang terbatas. Melambatnya ekonomi selama masa pandemi telah mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan dan generasi muda yang baru memasuki dunia kerja terpukul keras oleh situasi ini.

Pelajar yang baru lulus dan mulai memasuki dunia kerja di tengah krisis ekonomi cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan kerja mereka lainnya. Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 tahun diprediksi dapat menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 2% secara permanen di masa mendatang.

Bagi anak muda di kawasan terpencil, risiko pengangguran ini berpotensi bisa menjadi semakin serius dengan adanya kesenjangan digital selama pandemi. Ketika anak muda di perkotaan lebih cepat beradaptasi dan berkembang di tengah digitalisasi, anak muda di pedesaan masih kesulitan mengimbangi minimnya akses dan infrastruktur digital.

Berdasarkan data UNICEF tahun 2020, setidaknya 30% pelajar di seluruh dunia kekurangan akses dan infrastruktur teknologi untuk berpartisipasi dalam pembelajaran daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Agustus 2020 lalu menyatakan bahwa lebih dari 42.000 sekolah masih belum terakses internet. Dalam jangka panjang, disparitas digital dapat semakin memperlebar ketimpangan sosial-ekonomi dan menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam daya saing serta keterampilan sumber daya manusia.

Meskipun dampaknya tidak terlihat secara langsung, situasi ini adalah masalah yang sangat penting untuk ditangani karena akan menentukan kualitas pemimpin masa depan dan penggerak ekonomi bangsa ini. Zurich pun mengajak berbagai pihak untuk memberikan lebih banyak perhatian kepada risiko ini.

Hassan Karim, Direktur Utama Adira Insurance, bagian dari Zurich Group, mengatakan, “Selama lebih dari 10 tahun, Zurich telah bekerja sama dengan WEF untuk meninjau risiko-risiko global dengan dampak yang paling besar, paling mendesak, dan paling mungkin terjadi. Tahun ini, kami menemukan bahwa pandemi telah menghadapkan generasi muda di seluruh dunia pada tantangan yang sangat besar, dan tanpa terkecuali generasi muda di Indonesia. Kualitas hidup generasi muda merupakan hal yang sangat penting, mengingat bahwa merekalah yang akan memimpin negeri ini pada 20 hingga 30 tahun mendatang. Dengan Visi Generasi Emas Indonesia 2045, situasi ini menjadi kian menantang dan semakin penting untuk ditangani.”

Zurich percaya bahwa investasi terhadap upaya penanganan kondisi kesehatan mental perlu dilakukan dan harus menjadi fokus dalam proses pemulihan pasca pandemi. Selain itu, generasi muda juga harus memiliki saluran di mana mereka dapat bersuara dan memberikan kontribusi dalam pemulihan global untuk masa depan mereka. Namun terlepas dari hal tersebut, keberhasilan proses pemulihan ini terletak pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

baca juga

“Situasi ini adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara individual. Sebagai perusahaan asuransi global, Zurich mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dan mencari solusi, serta mencegah bencana masa depan bagi anak-anak kita. Kami memahami bahwa anak muda Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Maka, solusinya pun harus dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Dengan keahlian global kami dalam manajemen risiko, kami siap untuk mengambil bagian dalam memberdayakan generasi mendatang untuk mewujudkan masa depan yang lebih tangguh,” pungkas Hassan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Pandemi Covid-19: Kesehatan Mental Generasi Muda Makin Memburuk

Setahun Pandemi Covid-19: Kesehatan Mental Generasi Muda Makin Memburuk

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 15:30 WIB

Memang Menyakitkan, Berikut 5 Rekomendasi Terapis agar Move On dari Mantan

Memang Menyakitkan, Berikut 5 Rekomendasi Terapis agar Move On dari Mantan

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 13:06 WIB

Hasil Survei Tunjukkan Anak Muda Ragu ikut Vaksinasi Covid-19

Hasil Survei Tunjukkan Anak Muda Ragu ikut Vaksinasi Covid-19

Lampung | Sabtu, 13 Maret 2021 | 05:15 WIB

Terkini

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

×