Studi: Olahraga selama Kehamilan Kurangi Risiko Penyakit Metabolik Anak

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Rabu, 17 Maret 2021 | 17:40 WIB
Studi: Olahraga selama Kehamilan Kurangi Risiko Penyakit Metabolik Anak
Ilustrasi ibu hamil jogging. (Elements Envato)

Suara.com - Berolahraga selama kehamilan dapat menurunkan risiko diabetes dan penyakit metabolik lainnya pada anak-anak. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang disusun oleh peneliti dari University of Virginia School of Medicine.

Melansir dari Healthshots, studi ini didasarkan pada percobaan terhadap tikus.

Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga selama kehamilan dapat mencegah penularan penyakit metabolik dari orang tua yang obesitas baik ibu atau ayah ke anak.

Jika ini juga berefek pada manusia, maka studi akan berimplikasi besar dalam memastikan kesehatan anak-anak.

Tetapi bagaimana olahraga selama kehamilan dapat bermanfaat bagi janin?

“Sebagian besar penyakit kronis yang kita bicarakan saat ini diketahui berasal dari janin. Artinya, kondisi kesehatan orang tua yang buruk sebelum dan selama kehamilan memiliki konsekuensi negatif pada anak, berpotensi melalui modifikasi kimiawi gen,” kata peneliti Zhen Yan, PhD, pakar olahraga terkemuka di University of Virginia School of Medicine.

Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

“Kami terinspirasi oleh penelitian tikus kami sebelumnya yang mengimplikasikan bahwa latihan aerobik teratur untuk ibu obesitas sebelum dan selama kehamilan dapat melindungi anak dari awal diabetes. Dalam studi ini, kami mengajukan pertanyaan, bagaimana jika seorang ibu yang mengalami obesitas hanya berolahraga selama kehamilan dan bagaimana jika ayahnya mengalami obesitas? ,” imbuhnya.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa olahraga selama kehamilan membantu menghasilkan bayi yang sehat, mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan persalinan prematur.

Tapi Yani ngin melihat apakah manfaatnya terus berlanjut sepanjang hidup anak-anak.

baca juga

Yan dan kolaboratornya mempelajari tikus lab dan keturunannya. Beberapa tikus dewasa diberi makan makanan tikus biasa sebelum dan selama kehamilan.

Sementara yang lain diberi makan makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi untuk mensimulasikan obesitas.

Hasilnya menunjukkan bahwa baik ibu maupun ayah dalam kelompok tinggi lemak dapat mempengaruhi keturunan mereka untuk mengalami gangguan metabolisme.

Secara khusus, keturunan laki-laki dari ibu yang tidak banyak bergerak dengan pola makan tinggi lemak lebih mungkin mengembangkan gula darah tinggi dan masalah metabolisme lainnya di masa dewasa.

Kabar baiknya adalah bahwa olahraga hanya selama kehamilan mencegah sejumlah perubahan "epigenetik" yang memengaruhi cara kerja gen keturunan.

Olahraga ibusepenuhnya memblokir efek negatif dari obesitas ibu atau ayah pada keturunannya.

Hasilnya memberikan bukti pertama bahwa olahraga ibu hanya selama kehamilan dapat mencegah penularan penyakit metabolik dari orang tua ke anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Obesitas pada Anak, Ibu Hamil Perlu Menghindari Makanan Olahan

Cegah Obesitas pada Anak, Ibu Hamil Perlu Menghindari Makanan Olahan

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 15:19 WIB

Kembangkan Sekolah Olahraga, Gibran Singgung Bhayangkara Solo FC dan Persis

Kembangkan Sekolah Olahraga, Gibran Singgung Bhayangkara Solo FC dan Persis

Surakarta | Rabu, 17 Maret 2021 | 14:22 WIB

Hindari Omelan, Ibu-ibu Naik Matic Ini Tulis Peringatan, Isinya Bikin Salut

Hindari Omelan, Ibu-ibu Naik Matic Ini Tulis Peringatan, Isinya Bikin Salut

Malang | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:51 WIB

Terkini

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

×