- Sebanyak 1.601 pebulu tangkis muda mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Kudus pada Rabu.
- Tim pencari bakat menerapkan standar evaluasi ketat terkait teknik dasar, postur, dan semangat bertanding para peserta.
- Peserta yang lolos seleksi wajib mengikuti karantina empat minggu sebelum ditetapkan sebagai atlet binaan PB Djarum.
Suara.com - Sebanyak 1.601 pebulu tangkis muda memadati GOR Djarum, Jati, Kudus, pada Rabu (9/9). Mereka datang dari berbagai daerah, mulai Sumatera hingga Papua, untuk mengikuti rangkaian akhir Audisi Umum PB Djarum 2026.
Para peserta berjuang menunjukkan kemampuan terbaik demi memperebutkan Super Tiket dan kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis.
Momentum Hari Olahraga Nasional
![Kevin Sanjaya Turun Gunung, Cari Bakat Terbaik di Tengah Persaintan 1.601 Peserta Audisi PB Djarum 2026. [Dok. PB Djarum]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/41818-kevin-sanjaya.jpg)
Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar audisi di Kudus bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, berharap audisi yang menyasar kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12 tersebut dapat memperkuat fondasi ekosistem bulu tangkis Tanah Air.
"Audisi Umum PB Djarum menjadi salah satu langkah untuk menemukan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah," ujar Yoppy menekankan pentingnya pembinaan usia dini.
Pihaknya meyakini sistem regenerasi yang terstruktur menjadi salah satu kunci untuk menjaga tradisi prestasi bulu tangkis Indonesia pada masa depan.
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, mengakui jumlah peserta di Kudus menghadirkan tantangan tersendiri dibandingkan audisi di Pekanbaru dan Makassar.
"Dengan jumlah peserta yang lebih banyak di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, diharapkan akan lebih beragam bibit-bibit potensial yang bisa kami amati," kata mantan Juara Dunia 1997 itu.
Kriteria Ketat Tim Pencari Bakat
Tim pencari bakat menerapkan sejumlah standar evaluasi untuk menyaring peserta yang berpeluang melaju ke fase karantina.
"Kami akan mengamati cara mereka menguasai lapangan dengan footwork yang dimiliki, kemudian kualitas tekniknya apakah sudah baik seperti cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash," jelas Sigit.
Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, menambahkan bahwa selain teknik dasar, prediksi pertumbuhan postur dan strategi bermain sejak usia dini juga menjadi bahan pertimbangan.
Sementara itu, Koordinator Pelatih Tunggal Putri, Hendrawan, menyoroti perlunya proses penjaringan lebih dalam karena jumlah atlet putri yang relatif minim.
"Mereka harus memiliki semangat bertanding yang tinggi, kemudian aspek tenaga hingga sisi kemampuan dan tekniknya," tutur Hendrawan menjabarkan kriteria atlet putri.