Virus Corona Varian Inggris Sebabkan Gangguan Jantung Pada Hewan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 23 Maret 2021 | 10:19 WIB
Virus Corona Varian Inggris Sebabkan Gangguan Jantung Pada Hewan
Kucing pakai masker. [Shutterstock]

Suara.com - Virus corona SARS Cov-2 varian Inggris disebut menyebabkan masalah jantung pada hewan peliharaan. Beberapa kucing dan anjing yang positif Covid-19 di rumah sakit hewan spesialis, Inggris, menunjukkan gejala tersebut.

Penelitian dilakukan oleh Ralph Veterinary Referral Center (RVRC) di Marlow, Buckinghamshire, dan menemukan kemungkinan virus Covid-19 varian Inggris bisa menular dari manusia ke hewan. 

"Tetapi tidak sebaliknya (hewan ke manusia), dan kami tidak mengetahui hal ini secara pasti. Tetapi dokter hewan harus mewaspadai hal ini. Sehingga mereka dapat memulai pengujian jika mencurigai kasus potensial infeksi Covid," kata penulis koresponden sekaligus ahli jantung RVR Luca Ferasin, dikutip dari Fox News.

Penelitian itu menerima laporan terkait lonjakan tiba-tiba dari hewan peliharaan yang mengalami miokarditis atau pembengkakan otot jantung, di rumah sakit hewan antara Desember 2020 hingga Februari 2021.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Hewan peliharaan tersebut tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Beberapa hewan menunjukan gejala yang sama, seperti kelesuan, kurang nafsu makan, sesak napas, dan pingsan.

Sementara, pemiliknya mulai menunjukkan gejala gangguan pernapasan akibat Covid-19 beberapa minggu sebelum hewan peliharaan sakit. Varian virus corona B.1.1.7 Inggris itu diyakini sekitar 50 persen lebih mudah ditularkan daripada jenis lain.

“Mengingat kebetulan ini dan evolusi miokarditis simultan yang menarik pada hewan peliharaan juga wabah B1.1.7, kami memutuskan untuk menyelidiki infeksi SARS Cov-2 pada hewan-hewan ini,” dalam laporan penelitian tersebut.

Luca mengatakan bahwa laporan sebelumnya tentang hewan peliharaan yang terinfeksi virus corona tercatat mengalami gejala pernapasan ringan seperti batuk, pilek, bersin, dan konjungtivitis.

Untuk melakukan penelitian, peneliti mengambil sampel usap dari enam kucing dan satu anjing, juga sampel darah dari empat hewan peliharaan lainnya, setidaknya dua minggu setelah hewan-hewan itu mengalami tanda-tanda masalah jantung.

baca juga

Sampel swab disimpan dalam kondisi sub-beku sampai dikemas dalam es dan dikirim ke Prancis untuk pengujian laboratorium, yang menunjukkan enam dari 11 hewan yang diteliti positif terkena virus.

Semua hewan peliharaan mengalami peningkatan yang signifikan setelah istirahat dan perawatan medis, kecuali satu kucing yang mengalami eutanasia. 

"Meskipun infeksi B.1.1.7 pada manusia tampaknya terkait dengan kematian atau keparahan klinis Covid-19 yang lebih tinggi, hubungan antara miokarditis dan infeksi B.1.1.7 pada hewan peliharaan harus diakui dan ditangani," ucapnya.

Namun, peneliti mengakui beberapa hasil lab nampak bias karena rumah sakit hanya merawat hewan peliharaan yang sakit kritis. Sehingga, proporsi sebenarnya dari hewan peliharaan yang terinfeksi varian dan masalah jantung yang muncul tidak jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Klaim Tak Ada Lagi Zona Merah Covid-19 di Sumut

Satgas Klaim Tak Ada Lagi Zona Merah Covid-19 di Sumut

Sumut | Selasa, 23 Maret 2021 | 09:55 WIB

Halal-Haram Vaksin Covid-19, AstraZeneca: Produk Kami Tak Mengandung Babi

Halal-Haram Vaksin Covid-19, AstraZeneca: Produk Kami Tak Mengandung Babi

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 09:48 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Baru dan Angka Kematian Kembali Meningkat

Update Covid-19 Global: Kasus Baru dan Angka Kematian Kembali Meningkat

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 09:42 WIB

Terkini

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×