Dinda Hauw Positif Covid-19 di Trimester Kedua, Bagaimana Pengobatannya?

Selasa, 23 Maret 2021 | 17:16 WIB
Dinda Hauw Positif Covid-19 di Trimester Kedua, Bagaimana Pengobatannya?
Pasangan Dinda Hauw dan Rey Mbayang saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasangan suami istri Dinda Hauw dan Rey Mbayang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona Covid-19. Berdasarkan unggahan Instagram Story-nya Senin (22/3/2021) malam, kondisinya dan sang suami sudah membaik.

"Alhamdulillah kondisiku dan Rey sudah membaik. Cuma Cuma batuk dan demamnya memang masih naik turun aja. Tadi juga kami sudah cek lab dan rontgen juga," kata Dinda.

Saat ini, kehamilan Dinda Hauw sudah dalam masa trimester kedua. Hingga kini, penelitian tentang ibu hamil dan Covid-19 masih terus dilakukan. Namun, ada beberapa laporan awal bahwa wanita hamil memang sangat rentan dengan SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19).

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC), kerentanan ini disebabkan oleh menurunkan sistem kekebalan ibu hamil dan kehamilan itu sendiri juga memengaruhi paru-paru serta jantung.

Unggahan Dinda Hauw [Instagram/@dindahw]
Unggahan Dinda Hauw [Instagram/@dindahw]

Berdasarkan Healthline, perawatan untuk Covid-19 mirip dengan pengobatan penyakit pernapasan lain, baik untuk wanita hamil maupun tidak.

Umumnya, dokter akan menyarankan:

  • Minum acetaminophen (Tylenol) untuk demam 38 ° Celsius atau lebih tinggi. Hubungi dokter jika obat ini tidak efektif atau justru menyebabkan gejala lai
  • Tetap terhidrasi, baik dengan air putih atau minuman rendah gula
  • Beristirahat.

Lalu, apakah virus dapat menular ke janin?

Belum ada cukup penelitian untuk mengetahui hal ini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selama ini, virus belum ditemukan dalam cairan ketuban atau ASI, tetapi beberapa bayi yang lahir dari penderita Covid-19 juga dinyatakan positif terinfeksi virus.

Baca Juga: Rencanakan Kehamilan Kedua, Ayudia Bing Slamet Penasaran Soal Kalori Makan

Di sisi lain, WebMD juga mengatakan bahwa tidak ada bukti SARS-CoV-2 dapat menyebabkan cacat lahir, keguguran, atau masalah lainnya.

Namun, demam pada awal kehamilan, akibat Covid-19 maupun penyebab lain, dapat meningkatkan kemungkinan cacat lahir.

Sekali lagi, karena virus in sangat baru, hanya ada sedikit data tentang hubungan Covid-19 dengan ibu hamil. Namun, para ahli bisa menarik kesimpulan dari penyakit pernapasan terkait virus di masa lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI