Hari Tuberkulosis Sedunia 24 Maret: Sejarah hingga Tema Tahun Ini

Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 24 Maret 2021 | 15:02 WIB
Hari Tuberkulosis Sedunia 24 Maret: Sejarah hingga Tema Tahun Ini
Hari Tuberkulosis Sedunia - ilustrasi paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap 24 Maret, tahun ini jatuh pada hari Rabu. Momen bersejarah ini menandai hari di mana seorang ilmuwan Jerman, Robert Koch, mengumumkan ia telah menemukan penyakit tuberculosis (TBC) atau yang juga dikenal dengan TB. 

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia yang menyerang penyakit saluran napas disebabkan oleh mycobacterium. Bakteri ini berkembang biak di dalam bagian tubuh dimana terdapat banyak aliran darah dan oksigen. Penyebaran infeksi akan melewati pembuluh darah dan kelenjar getah bening namun secara utama menyerang paru paru.

Gejala seseorang terinfeksi TB dapat diidentifikasi berdasarkan lokasi bakterinya, seperti jika bakteri itu berada di paru-paru atau di bagian tubuh yang lain. Gejalanya hampir sama dengan pasien yang menderita pneumonia atau radang paru dan kanker. 

Di bawah ini termasuk gejala TB:

  • Demam
  • Menggigil
  • Keringat malam
  • Kelelahan
  • Berat badan turun yang tidak dapat dijelaskan
  • Nyeri dada
  • Kelemahan 
  • Sesak Nafas 
  • Gejala tertentu dari tubuh yang terpengaruh oleh bakteri

Sejarah Hari Tuberkulosis Sedunia

Ilustrasi virus tuberkulosis,TBC [iLexx/Envato]
Ilustrasi virus tuberkulosis,TBC [iLexx/Envato]

Pada 24 Maret 1882, wabah TBC sedang menybar di wilayah Eropa dan Amerika yang menyebakan kematian satu dari tujuh orang. Dahulu TB diyakini sebagai penyakit bawaan. Namun, Robert Koch melakukan penelitian bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan menular, diuji empat postulat menggunakan kelinci percobaan. Empat postulat itu antara lain;

  1. Organisme ini harus selalu hadir dalam setiap kasus penyakit
  2. Organisme harus diisolasi dari host yang mengandung penyakit dan ditumbuhkan dalam kultur murni
  3. Sampel dari organisme yang diambil dari kultur murni harus menyebabkan penyakit yang sama bila diinokulasi menjadi sehat, hewan rentan di laboratorium
  4.  Organisme harus diisolasi dari hewan diinokulasi dan harus diidentifikasi sebagai organisme asli yang sama pertama kali diisolasi dari host awalnya sakit.

Robert Koch berhasil menemukan bahwa tuberculosis memang berasal dari tumbuhnya bakteri di dalam keempat postulat. 

Tujuan Peringaran Hari Tuberkulosis Sedunia

Penemuan Robert Koch terhadap tuberculosis berhasil membuatnya meraih nobel daam Fisiologi dan Kedokteran pada tahum 1905. Hasil dedikasi Robert Koch pada tuberculosis membuat ia memenangkan medali bintang jasa Orde Prusia Pour le Merite pada tahun 1906. Penyakit TB yang dikenal sebagai salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia, penemuan Dr Robert Koch berhasil membuka jalan para tenaga medis untuk mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit ini. Untuk mengenang jasa dari Dr Robert Koch, maka setiap tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari Tuberkulosis Dunia. 

Tema Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2021 

Tema Hari Tuberkolosis Sedunia 2021 adalah ‘The Clock is Ticking’ atau yang berarti ‘Jam yang berdetak’. Arti tema ini yakni ingin menyampaikan pengertian bahwa dunia sedang dihadapkan dalam situasi yang mendesak, dunia kehabisan waktu untuk bertindak berdasarkan komitmen untuk memberantas TB yang dibuat oleh para pemimpin global.

Organisasi internasional yang menangani isu kesehatan dunia yaitu WHO menyampaikan, hal ini sangat penting dalam konteks pandemi Covid-19 yang telah menempatkan kemajuan TB pada risiko, dan memastikan akses yang adil ke pencegahan dan perawatan sejalan dengan upaya WHO untuk mencapai Cakupan Kesehatan Universal.

Tema Hari Tuberkulosis Sedunia 2021 ini memang cukup krusial karena dunia sedang menghadapi global pandemi yang telah memakan korban jiwa di setiap negara. Diharapkan dengan adanya tema ‘The Clock is Ticking’ dapat mendorong urgensitas pemerintah dalam pemeliharaan kesehatan setiap individu. 

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Jarak dan Pakai Masker Juga Cegah Penularan TBC

Jaga Jarak dan Pakai Masker Juga Cegah Penularan TBC

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 08:53 WIB

Pandemi Covid-19 Hambat Pelacakan dan Pengobatan TBC di Indonesia

Pandemi Covid-19 Hambat Pelacakan dan Pengobatan TBC di Indonesia

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 16:50 WIB

TBC Bisa Serang Organ Selain Paru, Kenali Gejalanya Selain Batuk

TBC Bisa Serang Organ Selain Paru, Kenali Gejalanya Selain Batuk

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB