Menunda Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Lebih Baik, Ini Kata Ahli

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 24 Maret 2021 | 16:40 WIB
Menunda Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Lebih Baik, Ini Kata Ahli
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Vaksin AstraZeneca untuk virus corona Covid-19 tengah menjadi polemik setelah dikaitkan dengan kasus pembekuan darah. Tapi, sebuah studi baru di Amerika Serikat, telah mengonfirmasi efektivitas vaksin AstraZeneca untuk melawan virus corona Covid-19.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 30 ribu peserta yang mengungkapkan bahwa suntikan vaksin Covid-19 itu 79 persen efektif mencegah infeksi dan 100 persen mencegah kondisi parah hingga rawat inap.

Para ilmuwan justru tidak menemukan masalah pembekuan darah pada peserta penelitian. Menariknya, mereka justru menemukan penundaan suntik vaksin Covid-19 dosis kedua selama 4 minggu berpotensi meningkatkan kemanjurannya.

Temuan ini mendukung pernyataan yang dikeluarkan oleh badan kesehatan terkemuka di Inggris, seperti regulator obat MHRA.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Pada penelitian tersebut, para peneliti melibatkan 32.449 orang di AS, Chili dan Peru. Sebanyak 20 ribu orang di antaranya diberi vaksin Covid-19 dan sisannya mendapatkan suntikan tiruan.

Hasilnya dilansir dari Express, peneliti menemukan vaksin Covid-19 itu efektif melindungi orang dari semua usia, termasuk lansia di atas usia 65 tahun.

Tingkat efektivitas vaksin AstraZeneca ini sangat penting dibandingkan lainnya. Karena, sebagian besar orang ragu suntik vaksin AstraZeneca karena anggapan kurang efektif.

Data uji coba awal pada Desember 2020 silam, vaksin AstraZeneca ini memiliki efektiitas 90 persen dalam kelompok kecil yang mendapatkan setengah dosis.

Dewan pemantauan keamanan data independen (DSMB) yang menilai data baru AS mengidentifikasi tidak ada masalah keamanan terkait dengan vaksin AstraZeneca.

baca juga

Mereka melakukan tinjauan khusus terhadap peristiwa trombotik, serta trombosis sinus vena serebral (CVST), yakni jenis bekuan darah otak tertentu yang mengganggu Eropa.

DSMB tidak menemukan peningkatan risiko trombosis di antara 21.583 peserta yang menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Temuan penelitian ini justru menggembirakan di tengah sejumlah negara Eropa meragukan dan memilih menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Banyak Pedagang Pasar di Kota Tegal Menolak Ikut Vaksinasi Covid-19

Duh! Banyak Pedagang Pasar di Kota Tegal Menolak Ikut Vaksinasi Covid-19

Jawa Tengah | Rabu, 24 Maret 2021 | 15:50 WIB

Jubir Wapres: Masalah Halal Haram Vaksin Sudah Selesai, Jangan Dipersoalkan

Jubir Wapres: Masalah Halal Haram Vaksin Sudah Selesai, Jangan Dipersoalkan

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 15:36 WIB

Vaksin Covid-19 Bisa Picu Sakit Kepala, Waspadai Penyebabnya yang Berbahaya

Vaksin Covid-19 Bisa Picu Sakit Kepala, Waspadai Penyebabnya yang Berbahaya

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 15:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×