Sering Tak Disadari, 6 Asupan Ini Biang Kenaikan Berat Badan dan Penyakit

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Kamis, 25 Maret 2021 | 09:23 WIB
Sering Tak Disadari, 6 Asupan Ini Biang Kenaikan Berat Badan dan Penyakit
Ilustrasi sosis bakar (Pixabay @jarmoluk)

Suara.com - Beberapa asupan tak sehat yang Anda konsumsi bisa menyebabkan berbagai penyakit, termasuk meningkatkan berat badan Anda. Sayangnya, beberapa makanan ini sering kali tidak Anda sadari sebagai biang meningkatnya berat badan dan berbagai penyakit.

Melansir dari Eat This, berikut beberapa asupan makanan tak sehat yang bisa meningkatkan angka timbangan Anda, antara lain:

1. Daging Olahan

Daging olahan seperti daging deli, bacon, hot dog, dan sosis tidak hanya membuat Anda bertambah gemuk tetapi juga bisa membahayakan kesehatan . Menurut sebuah studi Harvard yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, konsumsi daging olahan dikaitkan dengan hampir satu pon (0,45kg) ekstra berat badan selama periode 4 tahun.

Penambahan berat badan bukan satu-satunya alasan Anda harus mengurangi konsumsi daging olahan. Makanan ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes, kanker, dan hipertensi.

2. Soda

Berbagai penelitian telah mengaitkan pemanis buatan dengan penambahan berat badan jangka panjang yang berlebihan. Para peneliti percaya bahwa meminum pemanis non-nutrisi ini menipu tubuh Anda untuk berpikir bahwa ada kalori di dalamnya. Hal ini menyababkan masalah pada respons insulin yang buruk dan peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menyebabkan penyimpanan lemak a serta enambahan berat badan.

Anda mungkin juga menderita sejumlah gangguan terkait seperti sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

3. Keripik Kentang

baca juga

Menurut studi Harvard, keripik kentang adalah makanan yang paling terkait erat dengan penambahan berat badan selama empat tahun.

4. Kentang Goreng

Kentang goreng dikaitkan dengan penambahan berat badan 3,35 pon selama empat tahun. Kentang goreng sangat tinggi kalori karena menyerap semua lemak. Metode menggoreng kentang juga telah terbukti menghasilkan senyawa kimia karsinogenik berbahaya yang disebut akrilamida, penyebab lemak perut.

Ilustrasi kentang goreng. (Pixabay/pexels)
Ilustrasi kentang goreng. (Pixabay/pexels)

5. Roti Tawar

Studi menunjukkan bahwa makan biji-bijian olahan seperti roti tawar dapat meningkatkan lemak perut.

6. Minuman Manis

Minuman yang dimaniskan dengan gula seperti soda, teh manis, minuman jus beraroma, minuman olahraga, dan minuman kopi adalah sumber gula tambahan terbesar dan sumber kalori . Ada cukup bukti untuk mendukung bahwa minuman manis ini adalah makanan yang paling terkait erat dengan obesitas dan penambahan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosialisasikan Penyakit Autoimun, Dokter di Solo Ini Ciptakan Lagu

Sosialisasikan Penyakit Autoimun, Dokter di Solo Ini Ciptakan Lagu

Jawa Tengah | Kamis, 25 Maret 2021 | 07:15 WIB

Rasa Lapar dan Kenyang Dikendalikan oleh Hormon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Rasa Lapar dan Kenyang Dikendalikan oleh Hormon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 18:05 WIB

Anggota Militer Ukraina yang Meninggal Tak Alami Reaksi Negatif Vaksin

Anggota Militer Ukraina yang Meninggal Tak Alami Reaksi Negatif Vaksin

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 17:18 WIB

Terkini

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

×