Bukan Ekstrovert atau Introvert, Pemimpin yang Baik adalah Seorang Ambivert

Kamis, 25 Maret 2021 | 17:49 WIB
Bukan Ekstrovert atau Introvert, Pemimpin yang Baik adalah Seorang Ambivert
Ilustrasi Kepemimpinan. (Pexels)

Suara.com - Masing-masing kepribadian, seperti introvert atau ekstovert, memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Namun untuk menjadi seorang pemimpin, orang ambivert justru dinilai lebih baik.

Para ahli mengatakan memiliki perpaduan kedua kepribadian sangat diperlukan di kantor. Meski terlihat sulit, tetapi bertindak sebagai seorang introvert sekaligus ekstrovert dapat dilatih.

Profesor psikologi di University of Pennsylvania, Adam Grant, menciptakan istilah 'keuntungan ambivert' dalam sebuah studi 2013 yang menantang gagasan 'ekstrovert menjadi lebih sukses dan produktif dalam lingkungan penjualan'.

Setelah mempelajari 340 karyawan, Grant menemukan pekerja yang menghasilkan pendapatan penjualan terbanyak adalah mereka yang berada di tengah skala ekstroversi.

Sebaliknya, kinerja terburuk dilakukan oleh para pekerja yang sangat tertutup dan sangat ekstrovert.

Ilustrasi pemimpin. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi pemimpin. (Unsplash/Rawpixel)

"Karena mereka secara alami terlibat dalam pola berbicara dan mendengarkan yang fleksibel, ambivert cenderung mengekspresikan ketegasan dan antusiasme yang cukup untuk membujuk dan menutup penjualan," tulis Grant dalam penelitian tersebut, dilansir BBC.

Ambivert juga dapat mendengarkan minat pelanggan serta tidak masalah untuk terlihat terlalu bersemangat atau percaya diri, sambung Grant.

Profesor manajemen di McGill University dan rekan rekan di Universitas Oxford, Karl Moore, yang telah mempelajari ambivert selama bertahun-tahun memperkirakan 40% dari pemimpin bisnis top merupakan seorang ekstrovert, 40% introvert, dan 20% adalah ambivert sejati.

Tetapi Moore percaya bahwa keadaan yang diciptakan oleh pandemi telah memaksa para pemimpin dari semua lapisan untuk mencoba dan bertindak seperti ambivert.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Cari Tahu Numerologi dari Nomor Teleponmu?

Dalam bukunya We Are All Ambiverts Now, Moore mengatakan situasi yang kita semua hadapi membutuhkan lebih banyak pemimpin untuk memanggil kekuatan ekstroversi dan introversi.

Misalnya, atasan perlu mendengar dan menerima feedback dalam menyediakan lingkungan kerja yang fleksibel dan empati bagi staf. Tetapi mereka juga perlu menyalurkan antusiasme yang jelas dan demonstratif untuk mengumpulkan serta membimbing tim ke hal yang tidak pasti.

"Arti dari kondisi ini (pandemi) adalah bahwa CEO perlu banyak mendengarkan, pemimpin yang hebat adalah pendengar yang baik," tutur Moore.

Di sisi lain, pemimpin juga dapat memberi inspirasi pada semua orang untuk melewati masa-masa kritis seperti sekarang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI