Benarkah Covid-19 Bisa Sebabkan Kemandulan? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 30 Maret 2021 | 19:36 WIB
Benarkah Covid-19 Bisa Sebabkan Kemandulan? Ini Faktanya
Ilustrasi kemandulan. (Shutterstock)

Suara.com - Hingga kini peneliti di bidang kesehatan masih terus menecari tahu dampak dari Covid-19 ke sejumlah organ tubuh lainnya. Ada yang menyebut bahwa Covid-19 bisa mempengaruhi reproduksi.

Bahkan, disebut-sebut Covid-19 bisa mempengaruhi kemandulan. Benarkah hal tersebut?

Dilansir dari Times of India, studi terbaru menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 dapat berdampak pada kelancaran fungsi sistem reproduksi dan menyebabkan kemandulan pada laki-laki dan perempuan.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Diagnosis dini dapat membantu mengurangi dampak negatif dari infeksi dan berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk evaluasi kesuburan dasar disarankan untuk laki-laki dan perempuan yang telah pulih dari infeksi Covid-19.

Dikenal sebagai pernapasan, Covid-19 terutama menyerang paru-paru, hidung, dan tenggorokan. Infeksi seringkali lebih parah pada orang tua atau orang dengan kondisi kesehatan seperti penyakit paru-paru, penyakit jantung, diabetes atau kondisi yang mempengaruhi sistem kekebalan mereka.

Covid-19 diketahui memengaruhi berbagai organ termasuk perut, usus, otak, ginjal, hati, jantung, pankreas, pembuluh darah, mata, dan kulit seseorang.

Studi terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 dapat berdampak negatif pada kualitas sperma dan mengurangi kesuburan pada laki-laki, dan besarnya efek itu mungkin tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh WHO, perempuan hamil dengan Covid-19, yang telah memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi kronis, atau mereka yang lebih tua atau kelebihan berat badan, juga lebih mungkin mengalami komplikasi kesehatan yang parah Covid-19.

Tidak jelas apakah Covid-19 berdampak pada konsepsi dan kehamilan pada perempuan dan datanya sangat terbatas. Menurut sebuah studi terbaru oleh WHO, disebutkan bahwa perempuan hamil yang lebih tua, kelebihan berat badan, dan memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti hipertensi dan diabetes tampaknya memiliki peningkatan risiko terkena Covid-19 yang parah.

baca juga

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari Covid-19, dan melaporkan kemungkinan gejala (termasuk demam, batuk, atau kesulitan bernapas) kepada dokter mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Tak Akan Nekat Mudik, Jika Pemerintah Lakukan Ini

Masyarakat Tak Akan Nekat Mudik, Jika Pemerintah Lakukan Ini

News | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:28 WIB

Selamat, Berikut 24 Kelurahan di Depok Zona Kuning COVID-19

Selamat, Berikut 24 Kelurahan di Depok Zona Kuning COVID-19

Bogor | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:17 WIB

Tepis Hoaks Vaksin Sinovac Haram, MUI Ungkap Hasil Audit Langsung ke China

Tepis Hoaks Vaksin Sinovac Haram, MUI Ungkap Hasil Audit Langsung ke China

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 18:39 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB