Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:18 WIB
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Antara)
baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan RI menyatakan stigma menghambat eliminasi kusta karena penderita malu melapor dan berisiko cacat.
  • Kusta adalah penyakit infeksi bakteri yang dapat disembuhkan dan sulit menular, bukan kutukan sosial.
  • Peningkatan deteksi kusta menunjukkan keberhasilan edukasi dan penjangkauan, bukan peningkatan situasi memburuk.

Suara.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit kusta masih kuat distigmatisasi di masyarakat akibat minimnya informasi yang benar.

Padahal, kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sulit menular, memiliki tingkat fatalitas hampir nol, dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tersedia.

“Kusta bukan kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penularannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Yang terpenting, kusta sudah ada obatnya dan bisa sembuh,” kata Budi dalam talkshow Ending Leprosy Without Stigma di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (15/1).

Budi menilai stigma justru menjadi penghambat utama dalam upaya eliminasi kusta. Rasa takut dan malu akibat cap sosial membuat banyak penderita enggan melapor ke fasilitas kesehatan, sehingga pengobatan kerap terlambat dan meningkatkan risiko kecacatan.

Ia juga menekankan bahwa meningkatnya jumlah kasus kusta yang terdeteksi belakangan ini tidak selalu berarti situasi memburuk.

Menurutnya, hal itu justru menunjukkan semakin banyak penderita yang berani memeriksakan diri setelah upaya edukasi dan penjangkauan diperluas.

Sementara itu, Samsul, penyintas kusta sejak 1999, mengungkapkan bahwa diskriminasi yang ia alami berakar dari ketidaktahuan masyarakat. Ia sempat dijauhi lingkungan sekitarnya karena kusta masih dianggap sebagai penyakit menakutkan dan memalukan.

“Awalnya teman-teman menjauhi saya karena mereka tidak tahu. Tapi setelah saya jelaskan dan mereka melihat saya baik-baik saja, lama-kelamaan mereka bisa menerima dan berteman kembali, bahkan sampai saya kuliah,” ujar Samsul.

Ia menilai penyebaran informasi yang sederhana dan mudah dipahami, terutama kepada guru dan masyarakat umum, menjadi kunci untuk menghapus stigma lama bahwa kusta adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

baca juga

Menurutnya, pemahaman yang benar dapat memulihkan martabat penyintas sekaligus mempercepat eliminasi kusta di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya

Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya

Health | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:32 WIB

Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya

Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:34 WIB

Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal

Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 14:03 WIB

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 09:55 WIB

ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:29 WIB

Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:34 WIB

Menkes Dorong Ibu Jadi Dokter Keluarga, Fokus Perawatan Sejak di Rumah

Menkes Dorong Ibu Jadi Dokter Keluarga, Fokus Perawatan Sejak di Rumah

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 14:09 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×