Temuan Baru, Varian Baru Virus Corona Brasil Lebih Mematikan bagi Kaum Muda

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 31 Maret 2021 | 09:12 WIB
Temuan Baru, Varian Baru Virus Corona Brasil Lebih Mematikan bagi Kaum Muda
Ilustrasi virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Kasus kematian akibat virus corona Covid-19 di Brasil meningkat 3 kali lipat pada orang usia 20-an antara Januari hingga Febuari 2021. Varian baru virus corona Brasil pun terbukti lebih mematikan bagi kaum muda.

Berdasarkan data pasien yang didiagnosis terinfeksi varian baru virus corona Brasil, sebanyak 0,13 persen meninggal dunia. Angka kasus meninggal ini naik dari 0,04 persen.

Meski begitu, angka kematian akibat varian baru virus corona masih tergolong kecil dibandingkan angka kematian pada lansia.

Sementara itu, kematian meningkat dua kali lipat di antara mereka yang berusia 30, 40 dan 50 tahun masing-masing mencapai 0,32 persen, 0,9 persen dan 2,1 persen.

Sedangkan, tidak ada perubahan angka kematian akibat varian baru virus corona pada anak-anak atau remaja. Para peneliti yang dipimpin oleh Universitas Parana, Curitiba, mengatakan bahwa temuan ini harus meningkatkan kewaspadaan.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

"Secara keseluruhan, temuan awal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat kematian pada orang dewasa muda dan paruh baya setelah terinfeksi varian baru virus corona Brasil. Data ini harusnya bisa menjadi alarm kewaspadaan," jelas para peneliti dikutip dari The Sun.

Studi tersebut melihat data dari Parana, negara bagian terbesar di Brasil selatan pada 53.518 kasus yang didiagnosis dari September 2020 hingga 17 Maret 2021.

Sayangnya, para peneliti belum tahu penyebab varian baru virus corona Brasil ini lebih mematikan bagi orang dewasa muda. Tapi, ada dugaan karena rumah sakit berada di bawah tekanan ekstrem.

Penelitian ini mencatat bahwa peningkatan kasus kematian bertepatan dengan penurunan kasus secara keseluruhan yang stabil selama 2 bulan. Sehingga hal itu menunjukkan bahwa varian baru virus corona lebih mematikan.

baca juga

Sebanyak 90 ribu kasus varian baru virus corona Brasil atau yang dikenal sebagai P1 didiagnosis setiap harinya. Sistem kesehatan Brasil pun berada di ambang kehancuran karena banyaknya kasus infeksi.

Apalagi, Brasil Selatan mengalami peningkatan mendadak dalam kasus kematian akibat virus corona Covid-19, terutama pada orang dewasa muda dan paruh baya.

Sebelumnya, para ilmuwan juga telah memberikan sinyal bahwa P1 akan lebih mematikan, Tetapi, hal ini juga tidak bisa diungkapkan karena belum diketahui ini kebetulan atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Suntik Vaksin Covid-19, Pria Ini Alami Reaksi Alergi Langka di Kulit

Usai Suntik Vaksin Covid-19, Pria Ini Alami Reaksi Alergi Langka di Kulit

Health | Rabu, 31 Maret 2021 | 08:20 WIB

Setahun Lagi Vaksin yang Ada Sudah Tak Mempan Lawan Covid-19

Setahun Lagi Vaksin yang Ada Sudah Tak Mempan Lawan Covid-19

Tekno | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:42 WIB

Mengaku Rambut Kuncung Ikoniknya Buruk, Ronaldo Minta Maaf ke Emak-emak

Mengaku Rambut Kuncung Ikoniknya Buruk, Ronaldo Minta Maaf ke Emak-emak

Bola | Selasa, 30 Maret 2021 | 18:52 WIB

Terkini

Kemenkeu Telah Lunasi Utang Gagal Bayar Waskita Senilai Rp722 Miliar

Kemenkeu Telah Lunasi Utang Gagal Bayar Waskita Senilai Rp722 Miliar

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:57 WIB

22 Saham Gocap Langsung ARB, Ini Daftarnya

22 Saham Gocap Langsung ARB, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:53 WIB

KPK Pasang Mata di Lapas Cibinong, Buka Peluang Usut Dugaan Korupsi

KPK Pasang Mata di Lapas Cibinong, Buka Peluang Usut Dugaan Korupsi

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:52 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru Sebelum Dipecat dari Menkeu: Dana SAL Tak Lagi Disimpan di BI

Purbaya Bikin Aturan Baru Sebelum Dipecat dari Menkeu: Dana SAL Tak Lagi Disimpan di BI

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:51 WIB

Ferdy Sambo Akan Hadiri Pemakaman Ibunda di Sulawesi? Ini Penjelasan Keluarga

Ferdy Sambo Akan Hadiri Pemakaman Ibunda di Sulawesi? Ini Penjelasan Keluarga

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 17:51 WIB

5 Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan dari Dalam Kapal, 64 Masih Dicari

5 Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan dari Dalam Kapal, 64 Masih Dicari

News | Senin, 28 September 2026 | 17:50 WIB

Rangkul Kekurangan! KickFlip Ungkap Indahnya Masa Muda di Lagu Puzzle Piece

Rangkul Kekurangan! KickFlip Ungkap Indahnya Masa Muda di Lagu Puzzle Piece

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:50 WIB

Pemerintah Siapkan Rp89 triliun untuk 33 PSEL, WALHI Pertanyakan Prioritas Pengelolaan Sampah

Pemerintah Siapkan Rp89 triliun untuk 33 PSEL, WALHI Pertanyakan Prioritas Pengelolaan Sampah

News | Senin, 28 September 2026 | 17:47 WIB

Tugas Sekolah Berbuah Dua Buku, Siswa SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Tembus Dunia Literasi

Tugas Sekolah Berbuah Dua Buku, Siswa SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Tembus Dunia Literasi

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:46 WIB

Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Foto | Senin, 28 September 2026 | 17:43 WIB

×