Indonesia Targetkan 100 Persen Air Minum Layak pada 2024

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 01 April 2021 | 15:00 WIB
Indonesia Targetkan 100 Persen Air Minum Layak pada 2024
Ilustrasi air minum. (Shutterstock)

Suara.com - Akses air minum yang aman dan layak di Indonesia masih menjadi tantangan. Pemerintah sendiri menargetkan bisa mencapai 100 persen air minum layak pada pada RPJMN 2020-2024 taget 100 persen.

“Target RPJMN 2020-2024 taget 100 persen air minum layak, kalau sudah sampai sini pr kita tinggal sedikit. Kualitas air rumah tangga aman, jadi secara rutin dilakukan pemantauan terhadap kualitas air minum. Jadi bertahap 2020 -2024 taget itu bisa kita capai, 100 persen air minum layak, dan 15 persen akses air minum aman," ujar Direktur Kesehatan Lingkungan, Kemenkes, drg. R. Vensya Sitihang, M. Epid, dalam keterangannya.

Ia mengatakan bahwa memenuhi kebutuhan air minum yang berkualitas merupakan hak dasar bagi bangsa, Indonesia berupaya mencapai titik air minum aman dikonsumsi masyarakatnya.

Ilustrasi minum, air minum, air garam (Pixabay/1456301)
Ilustrasi air minum (Pixabay/1456301)

Vensya sendiri menjelaskan bahwa definisi air minum adalah untuk keperluan minum, masak, menyiapkan makanan, dan personal hygiene.

Sementara itu, Kepala Puslitbang, Upaya Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Ir. Doddy Izwardy, M.A, mengatakan bahwa akses air rumah tangga layak itu 93 persen, 97,8 persen di kota, dan 87,1 di pedesaan yang aman hanya sebanyak 11,0 persen.

Menurutnya ini harus layak dan aman, kalau melihat keterjangkauan air di rumah sebanyak 40,2 persen, kawasan dalam pagar rumah 21 persen, dan di luar kawasan rumah 38,8 persen. Jadi kalau dilihat dari analisa dengan para pakar ketersediaan sarana air keperluan minum ada 95,8 persen, ini merupakan angka survey regional.

“Air isi ulang ini memiliki 31,1 persen. Research yang baru kami lakukan juga di tahun 2020 itu studi determinan status gizi hampir nggak jauh beda angkanya, jadi blok sensus yang dibangun BPS itu luar biasa jadi punya keuntungan untuk mengintegrasikan melihat dimensi sosial ekonominya,” ucapnya di acara yang sama.

Menurutnya, air isi ulang memiliki risiko pada kerusakan kemasan ditambah distribusi yang panjang sampai ke tempat penjualan, penggunaan air isi ulang di perkotaan mencapai 16 persen. Tidak hanya konsen pada kualitas dan kecukupan air minum namun kualitas perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhan anak.

“Jadi di dalam program ini tidak bisa one fit for all karena air minum ini vital. Air ini sebenarnya zat gizi cuma tak bisa dikendalikan besar. Air isi ulang lebih banyak di Papua, ya air isi ulang ini yang harus dijaga kualitasnya. NTT (Nusa Tenggara Timur) stunting no. 1 di Indonesia, jadi ada korelasi air bersih sanitasi dengan kesehatan,” tambah Ir. Doddy,

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kandungan di Air Mineral Ini Disebut Aman Buat Ibu Hamil dan Bayi

Kandungan di Air Mineral Ini Disebut Aman Buat Ibu Hamil dan Bayi

Press Release | Kamis, 01 April 2021 | 09:19 WIB

Cicip Air Minum BTS Seharga Rp300 Ribu, Reaksi Jujur Chef Arnold Viral

Cicip Air Minum BTS Seharga Rp300 Ribu, Reaksi Jujur Chef Arnold Viral

Lifestyle | Rabu, 10 Februari 2021 | 15:20 WIB

Mirip Botol Air Minum, Pejabat Ini Tak Sadar Tenggak Hand Sanitizer

Mirip Botol Air Minum, Pejabat Ini Tak Sadar Tenggak Hand Sanitizer

Jabar | Jum'at, 05 Februari 2021 | 09:47 WIB

Terkini

Serahkan Bukti Warga ke BPS, Pospera Beri Waktu 3 Bulan Perbaiki Penetapan Desil

Serahkan Bukti Warga ke BPS, Pospera Beri Waktu 3 Bulan Perbaiki Penetapan Desil

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Tidak Hanya Micellar Water, Ini 5 Rekomendasi Cleansing Balm untuk Membersihkan Sisa Riasan

Tidak Hanya Micellar Water, Ini 5 Rekomendasi Cleansing Balm untuk Membersihkan Sisa Riasan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak

Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:34 WIB

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:30 WIB

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:20 WIB

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×