alexametrics

Bahas Stunting, Kemenkes Singgung Remaja Gemar Diet Sembarangan

Risna Halidi | Lilis Varwati
Bahas Stunting, Kemenkes Singgung Remaja Gemar Diet Sembarangan
Ilustrasi diet

Kementerian Kesehatan menyinggung pentingnya sesama anak untuk saling mengingatkan teman sebaya pentingnya makan bergizi seimbang dan tidak melakukan diet sembarangan.

Suara.com - Dalam mengatasi permasalahan stunting, penting untuk melibatkan peran anak. Melalui program pencegahan stunting Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), anak berpartisipasi dalam proses pembangunan lewat Forum Anak yang berperan sebagai pelopor dan pelapor.

Untuk menyukseskan itu, Kementerian Kesehatan menyinggung pentingnya sesama anak untuk saling mengingatkan teman sebaya pentingnya makan bergizi seimbang dan tidak melakukan diet sembarangan.

"Edukasi gizi ini yang menjadi sangat penting karena bisa dilakukan kapan saja dan ini peran dari Forum Anak untuk memberikan edukasi gizi kepada teman-teman sebayanya."

"Jangan sampai melakukan diet yang salah. Kemudian bagaimana harus tetap mengkonsumsi buah dan sayur dan melakukan asupan gizi seimbang, juga cerdas dalam memilih label pangan,” tutur Kasubdit Penanggulangan, Masalah Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes Inti Mudjiati dalam Webinar Aksi Serentak Anak Indonesia (AKSARA) Cegah Stunting Itu Penting.

Baca Juga: Terungkap, Romelu Lukaku Sering Makan Junk Food saat Bela Manchester United

Status gizi anak sangat penting dalam menentukan angka stunting. Gizi yang didapatkan anak juga dipengaruhi dari pola asuh yang diterapkan. 

Mudjiati mengatakan bahwa stunting tidak hanya rentan terjadi pada keluarga dengan sosial ekonomi rendah, tetapi juga rentan terjadi pada keluarga dengan sosial ekonomi yang cukup baik.

"Banyak anak-anak dengan kondisi sosial ekonomi baik, keluarga yang berpendidikan baik, tetapi pola asuhnya tidak baik. Anak yang dititipkan kepada pengasuh tetapi tidak mempunyai pengasuhan yang baik ini juga akan dapat meningkatkan resiko kekurangan gizi seperti stunting," kata Mudjiati.

Faktor kedua terkait terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan pemeriksaan kehamilan yang mudah diakses, terutama untuk keluarga kurang mampu.

Sepakat dengan pernyataan Mudjiati, Tasya Kamila sebagai influencer menekankan pentingnya anak dan remaja untuk tidak melakukan diet berlebihan. Menurut Tasya, menjaga asupan nutrisi oleh remaja adalah kunci menghindari stunting pada anak di masa datang.

Baca Juga: Diet Kantong Plastik Kota Cimahi Tunggu Evaluasi Gubernur

“Cara mencegah stunting itu dimulai dari saat kita remaja. Ketika kita remaja kita bisa mencegah keturunan kita kelak nanti untuk tidak stunting," kata Tasya.

Komentar