Pandemi Bikin Sulit Akses RS, Pencegahan Orang Bersiko TB Jadi Kunci

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 02 April 2021 | 18:39 WIB
Pandemi Bikin Sulit Akses RS, Pencegahan Orang Bersiko TB Jadi Kunci
Ilustrasi pasien tuberkulosis. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Di tengah situasi pandemi Covid-19 Indonesia juga masih dihadapkan dengan tantangan penyakit lain. Salah satunya ialah tuberkulosis.

Dikuitp dari ANTARA, Dokter spesialis paru RSUI, Diah Handayani, mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat sulit mengakses layanan kesehatan. Kondisi ini tentunya akan makin mempersulit untuk eliminasi TB.

Oleh sebab itu, Diah Handayani menekankan pentingnya tindakan pecegahan tuberkulosis (TB) salah satunya menjemput bola terutama untuk orang yang berisiko seperti pengidap HIV hingga diabetes.

"Tindakan pencegahan dimulai dengan kegiatan mencari, harus ada active case finding atau jemput bola, terutama untuk orang-orang yang mengidap HIV, diabetes mellitus, atau yang tinggal di slum area. Orang-orang yang berisiko tersebut harus diberikan terapi pencegahan," kata dia dalam siaran pers RSUI, ditulis Jumat.

Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Hal ini seperti yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, diagnosis dan tatalaksana TB laten perlu dilakukan di antaranya pada pasien HIV/AIDS, pasien kontak dengan kasus TB aktif, pasien dengan pengobatan anti-TNFa, pasien hemodialysis, transplantasi organ, pasien dengan silikosis, tuna wisma, warga binaan lapas, serta petugas kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, di Indonesia terdapat sekitar 50 persen penduduk terinfeksi TB dan hampir 1 juta atau 1 per 10 angka TB di dunia.

Sementara dari sisi upaya preventif TB, Indonesia baru mencapai angka 12 persen sehingga diperlukan inovasi-inovasi ide dan program pencegahan untuk menurunkan kasus juga dalam hal skrining, deteksi maupun pengobatan TB.

Sekretaris Jejaring Riset TB dari UI, dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, menjelaskan inovasi-inovasi penelitian pencegahan tuberkulosis dapat diterapkan pada setiap perjalanan alamiah tubekulosis, tidak hanya pada tahapan pengobatan.

Beberapa contoh inovasi tersebut bisa dilakukan dalam tahap mencegah pajanan, mencegah infeksi, deteksi dini, mencegah sakit TB, meningkatkan kesembuhan, pembatasan ketidakmampuan dan rehabilitasi, serta inovasi dalam hal pencatatan dan pelaporan.

baca juga

"Ada beberapa langkah dalam membuat inovasi tersebut di antaranya, identifikasi masalah, penelitian dan pengembangan, menyusun konsep inovasi, penerapan dan evaluasi," kata Artawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker : Pandemi harus Jadi Momentum untuk Hadirkan SDM Tangguh

Menaker : Pandemi harus Jadi Momentum untuk Hadirkan SDM Tangguh

Bisnis | Jum'at, 02 April 2021 | 18:26 WIB

Duh, Pasien Covid-19 yang Masuk RS Berisiko TInggi Alami Kerusakan Organ

Duh, Pasien Covid-19 yang Masuk RS Berisiko TInggi Alami Kerusakan Organ

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 18:15 WIB

Anthony Fauci Sebut Amerika Serikat Tak Butuh Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Anthony Fauci Sebut Amerika Serikat Tak Butuh Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 17:45 WIB

Terkini

Siapa Zaki Ubaidillah? Anak Sampang yang Jadi Penentu Emas Indonesia di Asian Games 2026

Siapa Zaki Ubaidillah? Anak Sampang yang Jadi Penentu Emas Indonesia di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 20:19 WIB

Komisi Yudisial Dorong Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan dalam Revisi UU KY

Komisi Yudisial Dorong Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan dalam Revisi UU KY

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 20:18 WIB

Perkuat Pembuktian, Kejagung Periksa Dua Saksi dalam Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

Perkuat Pembuktian, Kejagung Periksa Dua Saksi dalam Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:17 WIB

Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman

Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 20:17 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Furnitur Rancangan Desainer Lokal Ini Tetap Relevan Meski Tren Terus Berganti

Bukan Sekadar Cantik, Furnitur Rancangan Desainer Lokal Ini Tetap Relevan Meski Tren Terus Berganti

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 20:12 WIB

PSI Timang-timang Usulan Golkar Mau Pisahkan Pileg dan Pilpres

PSI Timang-timang Usulan Golkar Mau Pisahkan Pileg dan Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:11 WIB

Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban

Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 20:10 WIB

Tergiur Cuan Kripto Korban Boncos Rp81,5 Miliar: Sindikat Lintas Negara Dibongkar Polda Jatim

Tergiur Cuan Kripto Korban Boncos Rp81,5 Miliar: Sindikat Lintas Negara Dibongkar Polda Jatim

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 20:08 WIB

Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia

Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 20:06 WIB

120 SD dan SMP di Cilegon Kelola Sampah di Sekolah, 35 Ton Berhasil Dikelola

120 SD dan SMP di Cilegon Kelola Sampah di Sekolah, 35 Ton Berhasil Dikelola

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 20:06 WIB

×