Kejadian Langka, Wanita Ini Hamil Lagi saat Sedang Hamil 12 Minggu

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 03 April 2021 | 09:59 WIB
Kejadian Langka, Wanita Ini Hamil Lagi saat Sedang Hamil 12 Minggu
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Rebecca Roberts (39) dan suaminya sudah lama ingin memiliki momongan tetapi mereka sempat mengalami masalah dengan ketidaksuburan.

Hingga tahun lalu, dengan bantuan obat kesuburan, Roberts hamil. Tapi anehnya, ia hamil lagi saat sedang hamil. Kedua anaknya lahir dengan jarak waktu tiga minggu pada bulan September tahun lalu.

Biasanya, dilansir Live Science, ketika seorang wanita hamil, tubuhnya memulai beberapa proses biologis yang bertujuan untuk mencegah kehamilan secara bersamaan, termasuk melepaskan hormon untuk menghentikan ovulasi.

Tetapi dalam kasus langka, wanita hamil dapat terus berovulasi atau melepaskan sel telur, dan sel telur itu kemudian dapat dibuahi oleh sperma dan ditanamkan di dalam rahim.

Fenonema ini, dimana dua sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke rahim pada waktu berbeda disebut superfetation atau superfetasi.

Rebecca Roberts dan kedua bayinya (Instagram/Roberts.supertwins)
Rebecca Roberts dan kedua bayinya (Instagram/Roberts.supertwins)

Dalam kasus Roberts, dokter menemukan bayi kedua dalam USG di usia kehamilan 12 minggu. Karena superfetasi sangat jarang, dokter awalnya tidak dapat menjelaskan perbedaan ukuran antara kedua janin.

Para dokter awalnya menduga bayi kedua kemungkinan tidak selamat.

Pada kehamilan berusia 33 minggu, dokter menginduksi persalinan karena bayi keduanya, Rosalie, berhenti tumbuh dengan baik karena masalah dengan tali pusat.

Bayi pertamanya, Noah, harus dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU) selama tiga minggu, dan Rosalie harus tinggal di rumah sakit selama 95 hari.

"Ketika kami meletakkannya di samping satu sama lain, itu seperti mereka langsung tahu, dan mereka menjangkau dan menyentuh wajah satu sama lain, dan itu adalah hal yang paling indah," kata Roberts.

Kini, kedua bayi kembar Roberts sudah di rumah dan tumbuh dengan sehat.

Tidak jelas berapa banyak kasus superfetasi yang terjadi, sebab banyak kasus mungkin tidak terdeteksi karena janin sangat dekat dalam usia serta ukurannya, sehingga mereka dianggap kembar biasa. Namun, kasus ini termasuk sangat jarang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Program Bayi Kembar, Ternyata Begini Kondisi Rahim Aurel Hermansyah

Mau Program Bayi Kembar, Ternyata Begini Kondisi Rahim Aurel Hermansyah

Lifestyle | Jum'at, 02 April 2021 | 14:07 WIB

Ingin Bayi Kembar, Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Ke Dokter Kandungan

Ingin Bayi Kembar, Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Ke Dokter Kandungan

Lifestyle | Jum'at, 19 Maret 2021 | 11:17 WIB

Kelahiran Bayi Kembar Semakin Meningkat dalam Skala Global, Apa Faktornya?

Kelahiran Bayi Kembar Semakin Meningkat dalam Skala Global, Apa Faktornya?

Health | Sabtu, 13 Maret 2021 | 16:04 WIB

Terkini

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB