Kapan Bisa Mulai Kasih Pendidikan Seks Ke Anak? Ini Saran Dokter

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 05 April 2021 | 19:05 WIB
Kapan Bisa Mulai Kasih Pendidikan Seks Ke Anak? Ini Saran Dokter
Pendidikan Seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Pendidikan seks masih menjadi suatu hal yang tabu dibicarakan bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, sejumlah orangtua enggah membicarakannya bersama anak.

Tidak jarang akhirnya anak justru mengakses dari sumber lainnya yang tidak terpercaya. Padahal sebenarnya pendidikan seks bisa diberikan sejak usia dini. 

Lalu kapan sebenarnya pendidikan seks bisa dimulai?

Pendidikan seks bisa diberikan kepada anak-anak bahkan sejak usianya kurang dari dua tahun. Orangtua disarankan turut mengenalkan organ vital ketika anak sudah mampu juga mengenal anggota tubuhnya, seperti mata, hidung, mulut, tangan, dan sebagainya.

Ilustrasi pendidikan seks. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi pendidikan seks. (Sumber: Shutterstock)

"Dari berbagai literatur, pendidikan seksual bisa diberikan sejak usia di bawah 2 tahun. Pada fase di mana anak-anak mulai mengetahui bagian tubuhnya. Misalnya dia mulai mengetahui mana mata, mana gigi, mana mulut, hidung, telinganya. Termasuk mulai bisa dikenalkan organ kelaminnya," kata Dokter spesialis anak dr. Zidnie Prisilla, Sp.A., dalam webinar Komodo Challenge, Senin (5/4/2021). 

Tidak berhenti sampai di situ. Pendidikan seks harus terus berlanjut seiring bertambahnya usia anak. Karena itu, dokter Zidnie mengatakan bahwa penyampaian pendidikan seks kepada anak berbeda-beda, sesuai tahapan usianya.

Untuk usia 0 sampai 2 tahun

Pada tahapan awal ini, orangtua bisa memulai dengan mengenalkan setiap nama organ tubuh kepada anak. Mulai dari rambut hingga kaki, termasuk juga alat kelamin. Dokter Zidnie mengingatkan agar jangan memakai kata pengganti untuk menyebut alat kelamin.

"Dikenalkan saja, 'ini namanya vagina, penis, maupun anus'. Hindari menggunakan istilah yang seperti burung atau sebutan lain. Tidak masalah untuk diberikan pengertian yang sebaiknya. Bila anak menyebut kata vagina, tenis, anus juga ditanggapinya seperti biasa. Tidak ditanggapi dengan kehebohan," jelas dr. Zidnie. 

baca juga

Usia itu juga anak sudah bisa diajarkan perbedaan jenis kelamin antara laki-laki atau perempuan. Sehingga orangtua bisa mulai menanamkan rasa malu kepada anak jika organ genitalnya terlihat di suasana umum.

Usia 2 sampai 5 tahun

Mulai ajarkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh sembarangan orang. Seperti daerah dada, perut, paha, bokong, penis, ataupun vagina. Kemudian beritahu ada orang-orang tertentu yang tidak boleh memegang area tersebut. Juga anak diajarkan untuk memberitahu orangtua jika ada yang memaksa memegang area tersebut. 

Usia 5 sampai 8 tahun 

Memasuki usia tersebut, orangtua bisa mulai menjelaskan fungsi reproduksi secara sederhana.

"Mungkin sudah bisa mulai diajarkan bahwa laki-laki memiliki sperma, perempuan memiliki sel telur. Kemudian bila sperma bertemu dengan sel telur maka akan tumbuh bayi di perut seorang perempuan yang nantinya akan dilahirkan melalui vagina. Ceritakan itu pada usia anak 8 tahun," sara dr. Zidnie.

Usia 9 sampai 12 tahun 

Pada rentang usia ini, kebanyakan anak sudah memasuki masa pubertas. Oleh sebab itu akan muncul berbagai perubahan pada fisik anak. Dokter Zidnie mengatakan, orangtua juga perlu menjelaskan berbagai perubahan yang terjadi itu agar anak tidak cemas, minder, atau pun takut terhadap yang dialami dalam tubuhnya.

"Pada usia ini juga sudah mulai bisa dikenalkan tentang infeksi menular seksual. Jadi misalnya tentang HIV atau AIDS. Penularan infeksi juga  dapat terjadi saat melakukan seksual, bila alat produksi seksual tidak aman tentu dapat terjadi infeksi menular seksual. Kemudian pada usia ini bisa dijelaskan atau diajarkan mengenai kehamilan jadi bahwa ada perempuan yang sudah menstruasi, laki-laki yang sudah mimpi basah, hal tersebut bisa terjadi proses kehamilan," paparnya.

Anak usia pubertas juga umumnya sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Dokter Zidnie menyarankan, orangtua memberitahu anak apa yang boleh dilakukan apa yang tidak boleh dilakukan dengan lawan jenis.

Usia 13 sampai 18 tahun 

Fase itu biasanya anak memiliki rasa ingin tahunya makin tinggi juga mendapatkan pengaruh dari teman-teman maupun info sekitar melalui internet. Karena itu pentingnya peran orangtua secara aktif dalam kegiatan anak juga menjadi pendengar bagi mereka.

"Bangun hubungan yang baik seolah-olah orang tua dan anak yang sudah remaja tidak sekedar hubungan orang tua dan anak, tapi hubungan sebagai sahabat. Sehingga dia akan lebih leluasa untuk menceritakan dan lebih nyaman menceritakan hal-hal lain terutama dengan topik seks," katanya.

Menurut dr. Zidnie, remaja seusia itu cenderung tertutup dengan orangtua. Sehingga pendekatan yang dilakukan juga disarankan lebih spesifik dan menjelaskan dengan bahasa yang gamblang. 

"Jadi pada pendidikan seks ini bisa lebih spesifik menjelaskan bahwa anak perempuan yang sudah mens bisa hamil, bahwa proses kehamilan itu dari masuknya penis ke vagina, dan bahwa perilaku seksual bisa menyebabkan infeksi menular seksual," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doomscrolling Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Seks, Ini Sebabnya!

Doomscrolling Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Seks, Ini Sebabnya!

Health | Senin, 05 April 2021 | 17:40 WIB

Pendidikan Seks Sejak Dini Bisa Cegah Anak Jadi Korban Pelecehan

Pendidikan Seks Sejak Dini Bisa Cegah Anak Jadi Korban Pelecehan

Health | Senin, 05 April 2021 | 15:55 WIB

Buka Jasa Esek-esek Rp400 Ribu, Pemilik Kos Nakal Diciduk Polisi

Buka Jasa Esek-esek Rp400 Ribu, Pemilik Kos Nakal Diciduk Polisi

Bali | Jum'at, 02 April 2021 | 13:59 WIB

Terkini

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:49 WIB

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

Kalbar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×