Mau Sunat? Harus Konsultasi Dokter Lebih Dahulu!

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 12:12 WIB
Mau Sunat? Harus Konsultasi Dokter Lebih Dahulu!
Ilustrasi alat bedah untuk sunat, khitan, atau sirkumsisi. (Shutterstock)

Suara.com - Sunat atau khitan merupakan tindakan bedah alat vital pria dengan membuang kulit bagian luar kepala penis. Biasanya, sunat dilakukan oleh lelaki, dan bisa dilakukan mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Menurut dr. Raden Karno Ariwibowo, founder Klinik Studio Sunat, Jakarta Selatan, sebelum sunat pasien perlu konsultasi lebih dahulu ke dokter. Di sesi konsultasi ini, dokter akan menanyakan kondisi fisik pasien dan membutuhkan foto postur tubuh jika diperlukan.

“Saat konsultasi, dokter akan menanyakan gambaran awal kondisi fisik pasien yang akan disunat. Jika diperlukan, dokter juga membutuhkan foto postur tubuh pasien. Namun, adakalanya dokter perlu periksa fisik terlebih dahulu,” ungkapnya saat dihubungi Suara.com, Kamis (8/4/2021).

Ia mengatakan, jika sudah konsultasi, maka metode dokter akan berdiskusi dengan orangtua pasien mengenai metode sunat yang akan dilakukan. Baru setelah itu, dibuat perjanjian waktu pelaksanaan sunat.

Kenapa perlu melakukan konsultasi? Menurut dokter yang kerap disapa dokter Arie ini, hal ini karena setiap orang memiliki postur fisik yang berbeda-beda, dan dokter harus menilai dan mendiskusikan mengenai metode yang akan dipilih.

Ada beberapa metode sunat yang bisa dilakukan, mulai dari Cauter, Klamp, Sealer, dan Stapler. Menurutnya, untuk sunat pada bayi dan anak-anak, metode yang direkomendasikan adalah Cauter, Klamp, Sealer, dan Stapler.

“Jika untuk remaja dan dewasa, metode yang direkomendasikan yaitu metode Cauter dan Stapler,” katanya.

Manfaat sunat sendiri, menurut dr. Arie, adalah menghindari dari infeksi kelamin, penyakit menular seksual, kanker penis, dan meningkatkan sensibilitas penis.

Selain itu, bagi orang yang bertubuh gemuk, proses metode sunat membutuhkan ketelitian khusus. “Sehingga pasca sunat, diharapkan penis pasien tidak terpendam atau terkunci ke dalam lemak kulit bagian bawah,” katanya menutup diskusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting! Pria Dewasa Wajib Cuti Ereksi Usai Disunat, Kenapa?

Penting! Pria Dewasa Wajib Cuti Ereksi Usai Disunat, Kenapa?

Health | Kamis, 08 April 2021 | 22:15 WIB

Sunat Perempuan: Kisah Para Ibu Lindungi Putrinya dari Mutilasi Kelamin

Sunat Perempuan: Kisah Para Ibu Lindungi Putrinya dari Mutilasi Kelamin

News | Kamis, 08 April 2021 | 11:14 WIB

Dokter: Bahaya Sunat Laser, Berisiko Kepala Penis Terpotong dan Cedera

Dokter: Bahaya Sunat Laser, Berisiko Kepala Penis Terpotong dan Cedera

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 08:01 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB