Pertama di Dunia, Dokter Berhasil Melakukan Transplantasi Trakea!

Jum'at, 09 April 2021 | 17:38 WIB
Pertama di Dunia, Dokter Berhasil Melakukan Transplantasi Trakea!
Ilustrasi tenggorokan. (Shutterstock)

Suara.com - Sonia Sein (57) asal New York City, Amerika Serikat, mendapat transplantasi trakea pertama di dunia. Kini, wanita tersebut memiliki tenggorokan baru.

Kondisinya berawal dari serangan asma parah yang hampir mengancam jiwa enam tahun lalu. Serangan ini menyebabkan pita suara dan trakea Sein rusak serta terluka.

Sein sempat menjalani beberapa prosedur medis. Bahkan, tenggorokannya yang berlubang dulunya harus ditutup agar dapat berbicara.

"Aku rasa aku lebih banyak berada di rumah sakit daripada di rumah," ujar Sein, dilansir Health.

Hingga akhirnya Sein bertemu Eric Genden, MD, ahli bedah kepala dan leher di Rumah Sakit Mount Sinai, New York City, yang mengembangkan prosedur transplantasi trakea. Ini adalah prosedur yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Ilustrasi sakit atau radang tenggorokan, cegukan. (Shutterstock)
Ilustrasi tenggorokan (Shutterstock)

Sein mengatakan ia dikabari tenaga medis bahwa mereka telah menemukan pendonor pada Januari lalu.

Pada 13 Januari lalu, Sein menjalani prosedur yang berlangsug 18 jam. Operasi ini rumit, membutuhkan 50 spesialis untuk melakukannya.

Selama prosedur, tim bedah mengangkat trakea dan pembuluh darah pendonor, lalu merekonstruksikannya ke dalam tubuh Sein, dari paru-paru ke laringnya.

Dokter juga menggunakan sebagian esofagus dan tiroid Sein untuk membantu menyediakan suplai darah ke trakea baru.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Dokter Berhasil Transplantasi Paru-paru dari Donor Hidup

Setelah prosedur selesai, Sein akhirnya bisa bernapas melalui mulut untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Genden mengatakan bahwa prosedur, yang merupakan hasil penelitian selama 30 tahun, menjadi sangat penting sekarang. Apalagi dengan banyaknya orang yang harus diintubasi akibat komplikasi parah Covid-19.

"Ini sangat tepat waktu mengingat meningkatnya jumlah pasien dengan masalah trakea akibat intubasi Covid-19. Karena ventilasi mekanis dan penyakit saluran napas yang diinduksi Covid-19, penyakit saluran napas trakea meningkat secara drastis dan sekarang kami memiliki pengobatan," tutur Genden.

Sein masih memiliki lubang di lehernya, tetapi dokter berencana untuk segera menutupnya agar dia dapat berbicara dengan leluasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI