Sudah Pakai Deodoran tapi Masih Bau Ketiak? Ini yang Sebaiknya Dilakukan

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 15 April 2021 | 13:30 WIB
Sudah Pakai Deodoran tapi Masih Bau Ketiak? Ini yang Sebaiknya Dilakukan
Ilustrasi ketiak lelaki. [Shutterstock]

Suara.com - Memiliki bau ketiak yang menyengat mungkin membuat Anda minder, meskipun ini adalah masalah umum yang pernah dihadapi kebanyakan orang.

Bau ketiak bisa disebabkan oleh kebersihan yang buruk atau tidak menggunakan produk yang tepat. Selain itu mungkin ada kondisi medis mendasar yang perlu dirawat.

Menggunakan antiperspiran atau deodoran setiap hari setelah mandi, diketahui dapat membantu mengatasi bau ketiak. Terkadang Anda perlu mencoba jenis yang berbeda dulu untuk melihat mana yang paling cocok.

Dilansir dari Healthline, antiperspiran membantu mengurangi jumlah keringat yang diproduksi dengan cara memblokir sementara pori-pori yang mengeluarkan keringat.

Semakin sedikit keringat yang muncul ke permukaan kulit, maka semakin sedikit bau yang dihasilkan. Namun, deodoran menghentikan bau keringat tetapi tidak menghentikan keringat itu sendiri.

Produk-produk ini seringkali berbahan dasar alkohol, membuat kulit Anda menjadi asam. Ini menghambat pembentukan bakteri, yang menyebabkan keringat tercium.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Jika deodoran biasa tidak efektif, mungkin perlu membicarakannya dengan dokter Anda untuk mendapat resep antiperspiran.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya bau ketiak. Yang utama adalah mandi setiap hari dengan sabun antiseptik atau antibakteri.

Selalu mandi setelah aktivitas berat seperti berolahraga dan berkeringat banyak, mandi dapat menghilangkan bakteri dan keringat yang menyebabkan bau.

Selain itu kenakan kain yang longgar dan menyerap keringat seperti katun dan linen. Ini akan membuat tubuh Anda tetap dingin serta meminimalisir bau.

Kemudian, rajinlah untuk mencukur bulu ketiak. Sebuah studi pada 2016 menemukan bahwa mencukur atau waxing ketiak secara signifikan mengurangi bau ketiak. Ini karena pembersihan lebih efektif pada kulit yang dicukur atau di-wax.

Anda juga perlu memperhatikan makanan yang Anda konsumsi jika ingin menghindari bau ketiak. Menurut Mayo Clinic, beberapa makanan pedas atau berbau menyengat dan minuman berkafein dapat meningkatkan produksi keringat dan risiko bau badan. Beberapa penyebab yang lebih umum termasuk bawang bombay, bawang putih, asparagus, dan kembang kol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malah Enggak Mempan, Begini Kesalahan Pakai Deodoran yang Sering Terjadi

Malah Enggak Mempan, Begini Kesalahan Pakai Deodoran yang Sering Terjadi

Lifestyle | Kamis, 08 April 2021 | 15:30 WIB

Perlu Tahu, Bahaya Istirahat dengan Pakaian Olahraga Basah karena Keringat

Perlu Tahu, Bahaya Istirahat dengan Pakaian Olahraga Basah karena Keringat

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 14:22 WIB

Bau Badan Bikin Nggak Pede? Atasi dengan 3 Bahan Alami Ini

Bau Badan Bikin Nggak Pede? Atasi dengan 3 Bahan Alami Ini

Your Say | Jum'at, 26 Maret 2021 | 10:58 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB