Update Covid-19 Global: Angka Infeksi di India Lebih Parah dari Tahun Lalu

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 16 April 2021 | 10:48 WIB
Update Covid-19 Global: Angka Infeksi di India Lebih Parah dari Tahun Lalu
Naga Sadhus, atau pria suci Hindu berenang di sungai Gangga saat Shahi Snan pada "Kumbh Mela", atau Pitcher Festival, di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Haridwar, India, Senin (12/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/FOC/djo

Suara.com - Lonjakan kasus penularan Covid-19 di India saat ini disebut lebih parah daripada tahun 2020 lalu. Kekinian, angka infeksi Covid-19 di negara tersebut telah melampaui 200 ribu per hari, menjadi rekor terbanyak infeksi harian di dunia. 

Dikutip situs worldometers.info tercatat ada 836.235 orang di seluruh dunia dilaporkan baru terinfeksi Covid-19. Membuat akumulasi jumlah kasus Covid-19 per Jumat (16/4) pukul 08.01 WIB mencapai 139,66 juta. 

Seperempat kasus baru tersebut disumbangkan India dengan jumlah 216.850 infeksi. India masih jadi negara kedua dengan jumlah kasus sebanyak yaitu dengan 14,28 juta. 

Dampak lonjakan penularan virus tersebut, banyak rumah sakit di India dilaporkan penuh. Bahkan beberapa warga bergegas untuk mengamankan tempat tidur di rumah sakit bagi kerabat yang terkena virus corona.

Penularan infeksi baru itu berpusat di negara bagian Maharashtra. Maharashtra telah memulai pembatasan wilayah dengan menerapkan jam malam untuk mengendalikan penyebaran infeksi.

Pemerintah setempat menyalahkan lonjakan kasus meluas karena masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan untuk menjaga jarak fisik dan penggunaan masker.

"Situasinya mengerikan. Kami adalah rumah sakit dengan 900 tempat tidur, tetapi ada sekitar 60 pasien yang menunggu dan kami tidak memiliki tempat untuk mereka," kata Avinash Gawande, seorang pejabat rumah sakit pemerintah di kota industri Nagpur, dikutip dari Channel News Asia.

Saat infeksi meningkat, dokter memperingatkan lonjakan itu bisa lebih mematikan daripada pandemi tahun lalu.

"Virus ini lebih menular dan ganas. Kami memiliki 35 tahun dengan pneumonia dalam perawatan intensif, yang tidak terjadi tahun lalu," kata dokter anak Dhiren Gupta, di Rumah Sakit Sir Ganga Ram.

baca juga

Lantaran banyaknya pasien, sejumlah rumah sakit telah kekurangan oksigen. Pasokan oksigen, yang sangat penting untuk mengatasi kesulitan bernapas, menipis di tempat-tempat seperti Gujarat, negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi.

"Jika kondisi seperti itu terus berlanjut, jumlah korban tewas akan meningkat," kata kepala badan medis di kota industri negara bagian Ahmedabad kepada menteri utamanya dalam sebuah surat.

Meskipun menyuntikkan vaksin Covid telah diberikan sekitar 113 juta dosis, angka tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat dan China, tetapi India hanya mencakup sebagian kecil dari 1,4 miliar penduduknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Global Melonjak, Satgas RI Soroti Kinerja Pemerintah India

Kasus Covid-19 Global Melonjak, Satgas RI Soroti Kinerja Pemerintah India

News | Jum'at, 16 April 2021 | 09:06 WIB

Gawat, Kasus Covid-19 di India Bertambah 200 Ribu dalam Sehari

Gawat, Kasus Covid-19 di India Bertambah 200 Ribu dalam Sehari

Health | Jum'at, 16 April 2021 | 08:02 WIB

India Resmi Setujui Penggunaan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia

India Resmi Setujui Penggunaan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia

Health | Kamis, 15 April 2021 | 17:06 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×