Varian Baru Virus Corona India Mengkhawatirkan, Ini Dua Penyebabnya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 20 April 2021 | 09:00 WIB
Varian Baru Virus Corona India Mengkhawatirkan, Ini Dua Penyebabnya
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian baru virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Public Health England (PHE) menunjukkan ada varian baru virus corona India yang berkembang biak di Inggris. Mereka mendeteksi ada 73 kasus infeksi virus corona India di Inggris dan 4 lainnya di Skotlandia.

Varian baru virus corona India yang dikenal sebagai B.1.617 ini pun menimbulkan peringatan khusus karena telah mengalami mutasi ganda. Mutasi adalah bagian dari proses alami virus.

Tetapi, varian virus corona India ini telah mengalami dua mutasi yang membuatnya lebih kebal terhadap antibodi dan lebih menular. Salah satu mutasinya adalah L452R yang telah terdeteksi dalam varian baru virus corona India yang beredar di California.

Mutasi lainnya adalah E484Q yang memiliki beberapa karakteristik protein lonjakan yang bermutasi dan juga terlihat pada varian baru virus corona Afrika Selatan.

Selain itu, varian baru virus corona India juga memiliki perbedaan genom dan ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran yang sah atas keefektifan vaksin Covid-19.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Namun dilansir dari Express, satu hal yang menjadi perhatian adalah varian baru virus corona India ini memiliki mutasi ganda E484Q dan L452R. Murasi ganda inilah yang berisiko kebal terhadap vaksin Covid-19 dan memiliki tingkat infektivitas tinggi.

Tes laboratorium menunjukkan bahwa kedua mutasi itu membantu virus corona menginfeksi sel manusia dan kebal terhadap antibodi yang terbentuk setelah suntik vaksin Covid-19 atau infeksi.

Dr Jeremy Kamil, ahli virologi di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana Shreveport, mengatakan mutasi E484Q mirip dengan E484K, yakni mutasi yang terlihat pada varian virus corona Afrika Selatan dan Brasil.

Sedangkan, mutasi L452R yang menjadi perhatian pertama merupakan bagian dari garis keturunan B.1.427 / B.1.429 di Amerika Selatan, yang terkadang juga disebut sebagai varian baru virus corona California.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BWF Tunda India Open 2021 Akibat Lonjakan Kasus COVID-19

BWF Tunda India Open 2021 Akibat Lonjakan Kasus COVID-19

Sport | Selasa, 20 April 2021 | 00:45 WIB

Tiga Varian Virus Corona Mutan Telah Masuk Wilayah Hong Kong, Apa Saja?

Tiga Varian Virus Corona Mutan Telah Masuk Wilayah Hong Kong, Apa Saja?

Health | Senin, 19 April 2021 | 16:05 WIB

Masih Pakai Oksigen di RS, Ibu-ibu Positif Covid-19 Dua Kali Mau Diperkosa

Masih Pakai Oksigen di RS, Ibu-ibu Positif Covid-19 Dua Kali Mau Diperkosa

News | Senin, 19 April 2021 | 14:01 WIB

Terkini

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×