Sekarang Anak Lebih Berisiko Terkena Virus Corona, Waspadai 2 Kondisi Ini

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Sekarang Anak Lebih Berisiko Terkena Virus Corona, Waspadai 2 Kondisi Ini
Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)

Pada gelombang kedua virus corona Covid-19 sekarang ini, anak-anak lebih berisiko dibandingkan sebelumnya.

Suara.com - Sejak terjadinya gelombang kedua dan munculnya berbagai macam varian baru virus corona Covid-19, anak-anak dan orang usia muda menjadi kelompok yang dianggap paling berisiko daripada sebelumnya.

Di India sendiri, anak-anak dianggap sebagai penyebar virus corona Covid-19. Sebuah laporan pun mengungkapkan bahwa banyak anak usia 0 hingga 19 tahun dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19.

Dr Arun Shah, dokter anak senior, MD DCH FRCP FIMSA FIAP FNNF FIAMS, Presiden IAP Bihar 2018 pun telah menjelaskan bahwa pandemi virus corona 2020 dan 2021 sekarang ini cukup berbeda. Pada tahun ini, sebagian besar anak-anak dan orang usia muda sangat berisiko terinfeksi dibandingkan gelombang pertama pandemi.

Saat ini, virus dipercaya memiliki kemampuan melekat yang lebih tinggi dan anak-anak menjadi sasaran utamanya. Bahkan Dr Arun sering mendapatkan pasien anak-anak yang menunjukkan gejala virus corona Covid-19.

Baca Juga: Natasha Rizky dan Desta Sudah Tidak Tinggal Serumah Setahun Terkahir

Beberapa gejala virus corona Covid-19 yang terlihat pada anak-anak, termasuk demam tinggi, diare, nyeri perut, kelelahan dan lemas. Tapi yang mengejutkan adalah terkadang anak terbukti positif Covid-19 secara klinis, Sedangkan laporan RT-PCR justru negatif.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Dr. Preetha Joshi, Konsultan, Neonatal, Pediatric dan Cardiac Intensivist, Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani (KDAH) pun menyarankan semua orang harus mewaspadai gejala virus corona Covid-19 pada anak, terutama bagi orangtua yang memiliki anak di rumah.

Jika anak mengalami demam dan anggota keluarga lainnya tidak memiliki gejala apapun, maka orangtua harus berasumsi bahwa anak tersebut positif Covid-19. Sedangkan orangtua atau anggota keluarga yang tidak menunjukkan gejala kala itu adalah infeksi yang paling umum.

Mulailah mengobati anak dari demam dengan obat antivirus, seperti parasetamol. Jika demam anak berlanjut sampai lebih dari 2 hari, maka anak harus melakukan tes RT-PCR atau usap hidung.

Saat ini dilansir dari Times of India, gejala virus corona yang paling terlihat pada anak adalah pilek dan batuk. Sedangkan, gejala lainnya adalah sakit perut. Jagalah tubuh anak tetap terhidrasi untuk membantu meringankan gejalanya.

Baca Juga: Jawaban Desta Saat Ditanya Mengenai Alasan Ceraikan Natasha Rizky: Hubungan Kita Baik

Adapun dua tanda infeksi virus corona Covid-19 yang harus diwaspadai dan butuh penanganan medis segera, termasuk: