Studi: Meski Jarang, Pasien Covid-19 Bisa Alami Gejala Mirip Parkinson

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Rabu, 28 April 2021 | 17:18 WIB
Studi: Meski Jarang, Pasien Covid-19 Bisa Alami Gejala Mirip Parkinson

Suara.com - Meski sangat jarang, gejala mirip Parkinson telah terjadi pada beberapa pasien Covid-19. Fenomena ini membuat para peneliti menyelidiki apakah ada hubungan antara SARS-CoV-2 dan penyakit Parkinson.

Pada titik ini, para peneliti dan profesional perawatan kesehatan tahu bahwa efek Covid-19 tak hanya pada sistem pernapasan. SARS-CoV-2 dapat berdampak pada organ lain, termasuk jantung, otak, ginjal, dan kulit.

Melansir dari Medical News Today, pada November 2020, sebuah artikel yang diterbitkan di The Lancet Neurology melaporkan bahwa hingga 65 persen pasien Covid-19 pernah mengalami hiposmia, kehilangan atau perubahan indra penciuman yang juga merupakan gejala penyakit Parkinson.

Artikel yang sama juga melaporkan tiga kasus orang yang mengalami gejala mirip Parkinson setelah infeksi SARS-CoV-2, meskipun mereka tidak memiliki faktor risiko yang diketahui untuk kondisi tersebut.

Penyakit Parkinson sendiri merupakan kondisi neurologis. Gejalanya muncul perlahan dan berkembang seiring berjalannya waktu. Gejala berupa gemetar atau tremor, kaku, dan kesulitan dengan keseimbangan, berjalan, berbicara, dan koordinasi.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Karena penyakit ini memengaruhi otak, penderita Parkinson juga mengalami perubahan perilaku, masalah memori, masalah tidur, dan kelelahan.

Kondisi yang berbeda disebut parkinsonisme. Orang dengan parkinsonisme memiliki gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson, tetapi gejalanya agak atipikal.

Menurut data terbaru yang diterbitkan dalam The Lancet Neurology pada 27 November 2020, tiga orang dengan Covid-19 juga pernah mengalami gejala mirip Parkinson. Dua pria, berusia 45 dan 58 tahun, dan seorang wanita, berusia 35 tahun. Mereka melaporkan lambatnya gerakan yang disertai dengan kekakuan otot, kejang otot, gerakan mata tidak teratur, dan tremor.

Ketiganya menunjukkan penurunan fungsi sistem jalur dopamin otak pada tes pencitraan. Dua dari tiga merespon positif terhadap pengobatan dan satu sembuh secara spontan. Tidak ada yang memiliki riwayat keluarga atau tanda klinis penyakit Parkinson sebelum infeksi Covid-19.

baca juga

Dalam hal ini para peneliti menggambarkan dua hipotesis mereka tentang Covid-19 dan penyakit Parkinson dalam jurnal Trends in Neurosciences.

Pertama, SARS-CoV-2 diketahui menyebabkan komplikasi vaskular di otak dan organ lain,dan para ilmuwan menyarankan bahwa proses ini dapat merusak jalur otak. Kerusakan ini mirip dengan apa yang terjadi selama perkembangan parkinsonisme vaskular.

Kedua, karena diketahui ada hubungan antara peradangan dan peningkatan risiko penyakit Parkinson, peradangan yang disebabkan oleh respons kekebalan terhadap infeksi SARS-CoV-2 berpotensi memicu parkinsonisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olimpiade Tokyo: Ofisial Wajib Tes COVID-19 Setiap Hari

Olimpiade Tokyo: Ofisial Wajib Tes COVID-19 Setiap Hari

Sport | Rabu, 28 April 2021 | 17:01 WIB

Tambah 5.241, Kasus Covid-19 Indonesia Tembus Jadi 1.657.035 Orang

Tambah 5.241, Kasus Covid-19 Indonesia Tembus Jadi 1.657.035 Orang

News | Rabu, 28 April 2021 | 16:49 WIB

Setelah Vaksin, Pfizer Mengembangkan Obat Covid-19 Oral

Setelah Vaksin, Pfizer Mengembangkan Obat Covid-19 Oral

Health | Rabu, 28 April 2021 | 16:53 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×