WHO Bereaksi Keras, Sejumlah Negara Mulai Beri Vaksin Covid-19 pada Anak

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 15 Mei 2021 | 06:50 WIB
WHO Bereaksi Keras, Sejumlah Negara Mulai Beri Vaksin Covid-19 pada Anak
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO meminta negara-negara kaya berhenti menyuntikkan vaksin Covid-19 pada anak. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan agar dosis vaksin tersebut lebih baik disumbangkan ke negara-negara yang lebih miskin.

Ia juga memperingatkan bahwa tahun kedua pandemi Covid-19 terlihat akan lebih mematikan daripada tahun lalu.

Tedros menyuarakan kemarahannya tentang sejumlah negara kaya yang mulai memvaksinasi anak-anak dan remaja. Padahal negara bagian yang lebih miskin baru saja mulai memvaksinasi petugas kesehatan dan kelompok yang paling rentan.

Alih-alih menawarkan suntikan kepada orang muda dan sehat, dia meminta dosis vaksin dialihkan pada skema berbagi vaksin global program COVAX untuk memastikan mereka yang paling membutuhkan di semua negara mendapat perlindungan.

"Pada Januari, saya berbicara tentang potensi terungkapnya bencana moral. Sayangnya, kami sekarang menyaksikan permainan ini. Di beberapa negara kaya, yang membeli sebagian besar pasokan, kelompok berisiko rendah sekarang divaksinasi," kata Tedros dikutip dari Channel News Asia.

"Saya mengerti mengapa beberapa negara ingin memvaksinasi anak-anak dan remaja mereka, tetapi sekarang saya mendorong mereka untuk mempertimbangkan kembali, dan sebagai gantinya menyumbangkan vaksin untuk COVAX. Karena di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, pasokan vaksin Covid-19 bahkan belum cukup untuk mengimunisasi petugas kesehatan, dan rumah sakit dibanjiri oleh orang-orang yang sangat membutuhkan perawatan untuk menyelamatkan nyawa," tegasnya.

Hampir 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan, setidaknya di 210 wilayah di seluruh dunia, menurut hitungan AFP. Sekitar 44 persen dari dosis tersebut diberikan di negara-negara berpenghasilan tinggi, terhitung 16 persen dari populasi global. Hanya 0,3 persen telah dikelola di 29 negara berpenghasilan rendah, rumah bagi sembilan persen populasi dunia.

Menghadapi ketidaksetaraan dalam akses tersebut, Tedros memperingatkan bahwa dunia kemungkinan akan melihat lebih banyak kematian tahun ini daripada tahun lalu, meskipun vaksin telah tersedia.

"Kami berada di jalur untuk tahun kedua pandemi ini menjadi jauh lebih mematikan daripada tahun pertama," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petugasnya Libur Lebaran, Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Setop Sementara

Petugasnya Libur Lebaran, Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Setop Sementara

Jabar | Jum'at, 14 Mei 2021 | 16:57 WIB

Wanita 23 Tahun Terima 6 Dosis Vaksin Covid Sekaligus, Imbasnya Mengagetkan

Wanita 23 Tahun Terima 6 Dosis Vaksin Covid Sekaligus, Imbasnya Mengagetkan

Health | Jum'at, 14 Mei 2021 | 17:15 WIB

Cek Fakta: Benarkah Vaksin Covid-19 Berisiko Bagi Wanita yang Menstruasi?

Cek Fakta: Benarkah Vaksin Covid-19 Berisiko Bagi Wanita yang Menstruasi?

Hits | Jum'at, 14 Mei 2021 | 13:49 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×