Studi Temukan Anak Terinfeksi Covid-19 Minim Alami Demam

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 16 Mei 2021 | 11:15 WIB
Studi Temukan Anak Terinfeksi Covid-19 Minim Alami Demam
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Demam, batuk, hingga sesak napas menjadi gejala paling umum yang dialami pasien Covid-19. Tetapi hal yang sama mungkin tidak selalu terjadi pada anak-anak. 

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports minggu ini menemukan bahwa kebanyakan anak yang tertular Covid-19 tidak mengalami demam. 

Ada lebih dari 12.000 anak yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona dilibatkan dalam penelitian tersebut.

Hasilnya, sebanyak 81 persen anak-anak itu tidak mengalami demam ketika terinfeksi Covid-19. Sementara itu, hampir 75 persen anak-anak tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas, seperti batuk atau sesak napas.

Para peneliti menggunakan data dari rekam medis elektronik dari 33 organisasi perawatan kesehatan di seluruh dunia. Semua pasien yang dianalisis berusia di bawah 18 tahun dan didiagnosis Covid-19 antara 1 April - 31 Oktober 2020. 

Para peneliti menemukan bahwa hanya 16,5 persen anak-anak yang diteliti mengalami masalah pernapasan, meski fakta menyebut Covid-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan.

Terlebih lagi, hanya 18,8 persen pasien anak-anak yang melaporkan gejala seperti nyeri otot, nyeri sendi, malaise umum, hilangnya indera perasa atau pembau.

Sementara itu, gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare ditemukan pada 13,9 persen pasien anak. Gejala sakit kepala dan gejala neurologis lainnya terjadi pada kurang dari 5 persen anak yang diteliti. Sekitar 8 persen mengalami ruam kulit dan masalah dermatologis lainnya akibat virus.  

Sejak dimulainya pandemi Covid-19 tahun lalu, lebih dari 3 juta anak telah dinyatakan positif Covid-19, menurut perkiraan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

baca juga

Mereka yang berusia antara 5 dan 17 tahun hanya menyumbang 10,2 persen dari semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Amerika Serikat. Sementara anak yang berusia 0 hingga 4 tahun berjumlah sekitar 2 persen. 

"Secara keseluruhan, temuan kami menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja mungkin memiliki perjalanan penyakit yang lebih ringan dibandingkan dengan orang dewasa dengan Covid-19. Mengingat tingginya prevalensi tanda dan gejala non-spesifik dan fakta bahwa mayoritas pasien tidak memiliki gejala khas pada pasien," kata para peneliti dikutip dari Fox News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

81.346 Pasien Positif Corona di Wisma Atlet Sembuh COVID-19

81.346 Pasien Positif Corona di Wisma Atlet Sembuh COVID-19

Jakarta | Minggu, 16 Mei 2021 | 10:27 WIB

Update Covid-19 Global: Jumlah Kasus Mingguan Turun 10 Persen

Update Covid-19 Global: Jumlah Kasus Mingguan Turun 10 Persen

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 10:15 WIB

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kini di Bawah Seribu

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kini di Bawah Seribu

News | Minggu, 16 Mei 2021 | 10:12 WIB

Terkini

Real or Cake Versi Berita: Saat Artificial Intelligence Mengaburkan Batas Asli dan Palsu

Real or Cake Versi Berita: Saat Artificial Intelligence Mengaburkan Batas Asli dan Palsu

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Terbiasa Menghirup Asap Karhutla Bukan Berarti Paru-Paru Kita Kebal

Terbiasa Menghirup Asap Karhutla Bukan Berarti Paru-Paru Kita Kebal

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone

Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Timnas Malaysia Harus Gigit Jari, Hajime Moriyasu Pilih ke Eropa Bukan ASEAN

Timnas Malaysia Harus Gigit Jari, Hajime Moriyasu Pilih ke Eropa Bukan ASEAN

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Perbedaan Bedak Tabur Sariayu Warna Kuning Langsat vs Pengantin, Ini Detailnya

Perbedaan Bedak Tabur Sariayu Warna Kuning Langsat vs Pengantin, Ini Detailnya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Cara Memakai Bedak Padat agar Tidak Dempul, Hasil Lebih Flawless dan Natural

Cara Memakai Bedak Padat agar Tidak Dempul, Hasil Lebih Flawless dan Natural

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Sinopsis Wish You All the Best, Dracin Song Zu Er dan Chen Xin Hai di WeTV

Sinopsis Wish You All the Best, Dracin Song Zu Er dan Chen Xin Hai di WeTV

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Anggota Parlemen Lim Guan Eng: Rakyat Malaysia Tidak Bisa Diam Lagi Hadapi Kabut Asap dari Indonesia

Anggota Parlemen Lim Guan Eng: Rakyat Malaysia Tidak Bisa Diam Lagi Hadapi Kabut Asap dari Indonesia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:09 WIB

OJK-BEI Hari Ini Bertemu MSCI, Minta Penjelasan soal Ancaman Status IHSG ke Standalone Market

OJK-BEI Hari Ini Bertemu MSCI, Minta Penjelasan soal Ancaman Status IHSG ke Standalone Market

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:08 WIB

×