Studi: Makanan Tinggi Garam Berisiko Menghancurkan Sel Kekebalan Tubuh

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 17 Mei 2021 | 08:50 WIB
Studi: Makanan Tinggi Garam Berisiko Menghancurkan Sel Kekebalan Tubuh
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Suara.com - Mengonsumsi makanan tinggi garam berisiko membuat jumlah sel kekebalan tubuh berkurang. Sebelumnya juga diketahui, mengonsumsi makanan tinggi natrium dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, osteoporosis, kanker perut, dan penyakit ginjal.

"Tentu yang pertama dapat berisiko kardiovaskular. Namun banyak penelitian mengatakan garam dapat memengaruhi sel kekebalan tubuh,” ungkap profesor Universitas Hasselt Belgia, Markus Kleinewietfeld dilansir dari Live Science.

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok peneliti di Jerman menemukan garam yang tinggi dalam darah, dapat memengaruhi fungsi kelompok sel sistem kekebalan yang dikenal sebagai monosit.

Ini merupakan prekursor yang mirip dengan sel mirip Pac Man yang disebut fagosit, yang telah diidentifikasi dan melahap patogen, serta sel yang terinfeksi mati di dalam tubuh.

Lewat studi barunya, Markus bersama rekannya melakukan sebuah eksperimen.

Pertama, ia dan rekannya melakukan uji lab menggunakan tikus dan monosit manusia. Hasilnya, dalam tiga jam setelah terpapar konsentrasi garam tinggi, sel kekebalan menghasilkan lebih sedikit energi, atau yang disebut dengan adenosin trifosfat (ATP).

Mitokondria atau pembangkit tenaga sel, menghasilkan ATP yang ditemukan dalam makanan reaksi biokimia. Selain itu, ATP memicu banyak proses seluler berbeda, seperti memperkuat otot atau mengatur metabolisme tubuh.

Para peneliti menemukan, konsentrasi garam yang tinggi menghambat sekelompok enzim yang dikenal sebagai kompleks II, dalam reaksi berantai yang menghasilkan ATP yang menghasilkan lebih sedikit mitokondria.

ATP yang sedikit ini menyebabkan monosit matang berubah menjadi fagosit yang abnormal.

baca juga

Meski fagosit yang abnormal efektif melawan infeksi, namun para peneliti mengatakan hal ini belum tentu demikian. Peningkatan respons kekebalan dapat menyebabkan peradangan, salah satunya risiko penyakit jantung.

Kemudian para peneliti melakukan percobaan pada manusia. Salah satunya partisipan pria sehat yang mengonsumsi tablet suplemen garam setiap hari sebanyak 6.000 miligram, atau hampir tiga kali lipat  selama dua minggu.

Lewat eksperimen lain, sekelompok peserta juga mengonsumsi pizza utuh dari restoran Italia.

Hasilnya menemukan, setelah makan pizza yang mengandung 10.000 mg garam, mitokondria partisipan menghasilkan lebih sedikit energi. Namun, efek ini tidak bertahan lama, setelah delapan jam mengonsumsi pizza bersamaan dengan tes darah yang menunjukkan mitokondria berfungsi normal.

“Ini hal yang baik. Jika itu adalah gangguan berkepanjangan, kami khawatir sel tidak mendapat cukup energi untuk waktu yang lama,” ungkap profesor Pusat Max Delbruck untuk Pengobatan Molekuler Asosiasi Helmhotz, Dominik Muller.

Meski belum jelas apakah mitokondria dapat memberikan pengaruh jangka panjang akibat mengonsumsi makanan tinggi garam, namun para peneliti berharap studi ini dapat memahami antara mengonsumsi garam yang memengaruhi sel dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Jerman: 23 Persen Penderita Gagal Jantung Alami Masalah Mental

Studi Jerman: 23 Persen Penderita Gagal Jantung Alami Masalah Mental

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 11:50 WIB

5 Langkah Penting Mencegah Stroke, Salah Satunya Berhenti Merokok

5 Langkah Penting Mencegah Stroke, Salah Satunya Berhenti Merokok

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:39 WIB

Selamat Idul Fitri 1442 Hijriah

Selamat Idul Fitri 1442 Hijriah

Foto | Selasa, 11 Mei 2021 | 20:28 WIB

Terkini

Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:42 WIB

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya

Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:36 WIB

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:30 WIB

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:05 WIB

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

×