Punya Kebiasaan Mengelupas Kulit? Waspada Gangguan Mental Ini!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 19 Mei 2021 | 16:30 WIB
Punya Kebiasaan Mengelupas Kulit? Waspada Gangguan Mental Ini!
Ilustrasi pengelupasan kulit. (Pixabay /SharonMcCutcheon)

Suara.com - Mengelupas keropeng menjadi hal biasa karena tangan yang 'gatal', tetapi jika sampai mengelupas kulit sehat dan dilakukan terus-menerus, kemungkinan hal ini menjadi tanda bahwa orang tersebut memiliki gangguan mental.

Kebiasaan mengelupas, mengingit, hingga mencakar kulit disebut sebagai gangguan eksoriasi atau dermatillomania, penyakit mental yang berakitan dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

"Kita smeua terkadang mengelupas kulit, tetapi bagi orang dengan kelainan pengelupasan kulit sangat sulit untuk berhenti," kata Lisa Zakhary, MD, Ph.D., direktur medis Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH) Pusat OCD.

Zakhary mengatakan bahwa penderita gangguan ini bisa mengelupas kulit di wajah, punggung, lengan, tungkai, tangan, dan kaki. Biasanya penderita menggunakan kuku untuk melakukannya, tulis Vogue UK.

Psikolog Jenny Yip, pendiri Renewed Freedom Center, menambahkan bahwa gangguan pengelupasan kulit merupakan perilaku berulang yang berfokus pada tubuh. Ini juga mencakup kebiasaan seperti menggigit kuku, mengelupas bibir, dan trikotilomania.

Ilustrasi kulit yang dikelupas (Shutterstock)

Tanda yang terlihat dari gangguan eksoriasi adalah banyaknya lesi kulit sekunder, seperti goresan, bisul, atau keropeng, tanpa adanya penyakit kulit primer.

"Pengelupasan kulit kronis dapat menyebabkan kebiasaan atau siklus gatal atau menggaruk yang tidak ada habisnya, kerusakan dan infeksi kulit, banyak stigmata estetika, seperti hiperpigmentasi, penebalan kulit reaktif, dan nodul pemetik," jelas evan Rieder, dokter kulit NYU Langone.

Umumnya keinginan untuk mengelupas kulit muncul saat melihat kulit yang dirasa tidak sempurna.

"Jika mereka melihat sesuatu yang terlihat tidak sempurna, misalnya seperti bintil di kulit, mereka akan terdorong untuk mengelupasnya," kata Yip.

baca juga

"Rasanya mirip seperti Anda punya keropeng yang siap lepas, dan Anda memiliki keinginan kuat untuk menghilangkannya," sambung Yip.

Sebenarnya, penderita gangguan ini akan merasa bersalah dan malu setelah mengelupas kulit. Biasanya ini terjadi ketika ia sudah melakukannya hingga berdarah.

"Oleh karenanya, ketika itu benar-benar terjadi dan mencapai titik pendarahan, ada banyak rasa malu dan bersalah. Ini menjadi lingkaran setan karena perasan tersebut dapat memicu keinginan untuk mengelupas kulit lagi," pungkas Yip.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Curhat Punya Kakak OCD: Tas Dia Lebih Tertata daripada Hidup Gue

Viral Curhat Punya Kakak OCD: Tas Dia Lebih Tertata daripada Hidup Gue

Hits | Kamis, 06 Mei 2021 | 12:05 WIB

Studi JAMA: Antidepresan OCD Bisa Ringankan Gejala Pernapasan Covid-19

Studi JAMA: Antidepresan OCD Bisa Ringankan Gejala Pernapasan Covid-19

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 13:44 WIB

Jorok, Pria Ini Asyik Mengelupas Kulit Mati di Kaki saat Penerbangan

Jorok, Pria Ini Asyik Mengelupas Kulit Mati di Kaki saat Penerbangan

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 10:20 WIB

Terkini

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:08 WIB

×