Bikin Volume Otak Menyusut, Riset Ini Bongkar Efek Buruk Minuman Beralkohol

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 20 Mei 2021 | 09:24 WIB
Bikin Volume Otak Menyusut, Riset Ini Bongkar Efek Buruk Minuman Beralkohol
Ilustrasi minum alkohol (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terhadap 25 ribu orang di Inggris membuktikan bahwa tidak ada jumlah aman dari konsumsi alkohol untuk otak. Bahkan, untuk ukuran minum sedang sekalipun, yang dapat memengaruhi setiap bagian organ tersebut.

Studi ini juga menunjukkan efek buruk minuman beralkohol, bahwa semakin banyak mengonsumsi alkohol, akan semakin rendah volume otak. Jadi, semakin banyak seseorang minum alkohol, semakin buruk kinerja otaknya.

"Konsumsi alkohol seberapa pun buruk. Hampir seluruh otak terlihat terpengaruh, tidak hanya area tertentu, seperti yang diperkirakan sebelumnya," kata penulis utama studi Anya Topiwala, dosen klinis senior di Universitas Oxford, dilansir The Guardian.

Peneliti menganalisis 25.378 data orang yang didapat dari UK Biobank. Mereka memeriksa keseluruhannya, dari usia hingga informasi seberapa sering mereka mengunjungi rumah sakit serta rawat jalan.

Peneliti menemukan, sering mengonsumsi alkohol setiap minggunya dapat menyebabkan kepadatan materi abu-abu di otak rendah. Alkohol mengubah volume materi abu-abu hingga 0,8 persen.

Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)
Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)

Walau angkanya terdengar kecil, tetapi angka tersebut masih lebih besar dari faktor lainnya, seperti merokok.

Risiko negatif juga telrihat pada integritas materi putih, serat otak yang terbentuk dari miliaran neuron, menghubungkan berbagai area materi abu-abu. Penyakit komorbid seperti tekanan darah tinggi dan obesitas juga membuat hubungan negatif antara alkohol dan kesehatan lebih kuat.

Bertentangan dengan studi sebelumnya yang mengatakan meminum anggur dalam jumlah sedang memiliki manfaat, penelitian baru ini tidak menemukan bukti tersebut.

Berdasarkan pedoman Departemen Kesehatan Inggris pada 2016, pria dan wanita sebaiknya tidak minum lebih dari 14 unit alkohol setiap minggu. Bahkan walau orang mengonsumsi di bawah batas aman, studi Topiwala ini tetap menunjukkan bukti adanya bahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apple Watch Selanjutnya Bisa Deteksi Gula dan Alkohol dalam Darah

Apple Watch Selanjutnya Bisa Deteksi Gula dan Alkohol dalam Darah

Tekno | Rabu, 05 Mei 2021 | 22:38 WIB

Seperti Rokok, Ternyata Ini Sebab Alkohol Bikin Ketagihan

Seperti Rokok, Ternyata Ini Sebab Alkohol Bikin Ketagihan

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 12:29 WIB

Waspada, Minum Alkohol Usai Suntik Vaksin Covid-19 Bisa Turunkan Kemanjuran

Waspada, Minum Alkohol Usai Suntik Vaksin Covid-19 Bisa Turunkan Kemanjuran

Health | Rabu, 28 April 2021 | 14:34 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB