Peneliti Temukan Virus Corona Baru yang Ditularkan Dari Anjing ke Manusia

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 22 Mei 2021 | 10:33 WIB
Peneliti Temukan Virus Corona Baru yang Ditularkan Dari Anjing ke Manusia
Ilustrasi Virus Corona Baru yang Ditularkan Dari Anjing ke Manusia. (Pixabay)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona belum usai, kini peneliti menemukan virus corona baru yang diduga berasal dari anjing dan menular ke manusia.

Fakta ini ditemukan saat peneliti melakukan tes swab (tes usap hidung dan tenggorokan) pada seorang anak Malaysia yang didiagnosis terserang pneumonia pada 2018.

Virus itu dipastikan menyebabkan sakit pada manusia, dan jadi virus corona pada manusia kedelapan yang berhasil ditemukan. Selain itu, virus ini jadi virus corona pertama yang berasal dari anjing.

Sayangnya, dalam penelitian yang diterbitkan pada 20 Mei 2021 dan dipublikasi di jurnal Clinical Infectious Disease itu tidak bisa membuktikan apakah virus corona pada anjing yang menyebabkan anak tersebut sakit, atau disebabkan mikroba lain karena anak tersebut juga diketahui terinfeksi rhinovirus.

Rhinovirus adalah virus yang menyebabkan flu biasa pada manusia, atau salah satu virus penyebab flu musiman setiap tahunnya.

"Seberapa umum virus (dari anjing) ini, dan apakah bisa menularkan secara efisien dari anjing ke manusia atau antar manusia, tidak ada yang tahu," ujar dr. Gregory Gray, Profesor Kedokteran dan Kesehatan Lingkungan di Duke University, mengutip Live Science, Sabtu (22/5/2021).

Namun menurut peneliti, hal yang perlu digarisbawahi ialah adanya ancaman virus corona dari hewan ke manusia yang semakin jelas.

Selaiknya virus corona penyebab pandemi Covid-19 juga belum jelas asal-usulnya, namun teori terkemuka menyatakan bahwa virus corona ini berpindah dari kelelawar ke hewan perantara lain, sebelum akhirnya berpindah ke manusia.

"Virus corona ini kemungkinan menyebar ke manusia dari hewan yang sangat dekat dan kita ketahui," tutur Gray.

baca juga

Perlu diketahui, pada 2017 hingga 2018 peneliti menganalisis sebanyak 301 sampel virus dari pasien pneumonia yang dirawat di rumah sakit Sarawak, Malaysia. Hasilnya, ditemukan 8 dari 301 sampel dinyatakan mengidap virus corona anjing baru.

Penemuan ini sangat mengejutkan para peneliti, sehingga pada awalnya menduga merekalah yang melakukan kesalahan.

"Saya pikir, ada yang salah virus corona pada anjing tidak diperkirakan ditularkan ke manusia. Ini tidak pernah dilaporkan sebelumnya," ujar rekan peneliti Dr. Anastasia Vlasova, Ahli Virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Ohio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Berjalan Setahun, Varian Virus Baru Bermunculan

Pandemi Covid-19 Berjalan Setahun, Varian Virus Baru Bermunculan

Jabar | Sabtu, 22 Mei 2021 | 10:10 WIB

Uji Coba Suntikan Penguat Vaksin Covid-19, Inggris Gunakan 7 Vaksin Berbeda

Uji Coba Suntikan Penguat Vaksin Covid-19, Inggris Gunakan 7 Vaksin Berbeda

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 07:40 WIB

Ngeri, Ini Bahayanya Jika Sentuh Bagian Depan Masker

Ngeri, Ini Bahayanya Jika Sentuh Bagian Depan Masker

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 07:30 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×