Studi: Metode Ibu Kanguru Bisa Selamatkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 23 Mei 2021 | 18:20 WIB
Studi: Metode Ibu Kanguru Bisa Selamatkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Ilustrasi perawatan bayi dengan menggendongnya seperti metode Kanguru. (Shutterstock)

Suara.com - Perawatan laiknya ibu kanguru dengan melakukan kontak dari kulit ke kulit dan pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan peluang hidup bayi prematur atau berat badan lahir rendah.

Hal itu berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal New England Journal of Medicine. Penelitian terbaru itu membuktikan jika cara itu dilakukan segera setelah lahir, maka berpotensi menyelamatkan hingga 150.000 lebih nyawa bayi setiap tahun.

Dibandingkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini bahwa perawatan ibu kanguru baru dilakukan setelah bayi distabilkan dalam inkubator atau penghangat, yang dapat memakan waktu rata-rata 3-7 hari.

“Jika dimulai secepat mungkin, perawatan ibu kanguru dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa, meningkatkan hasil kesehatan untuk bayi, dan memastikan kehadiran ibu secara konstan dengan bayinya yang sakit," kata Dr Rajiv Bahl, Kepala Unit Bayi Baru Lahir di WHO sekaligus koordinator penelitian, dikutip dari situs resmi WHO.

Dari hasil studi tersebut, para ahli mendorong perubahan rekomendasi kesehatan dalam perawatan bayi prematur tanpa memisahkan bayi dari ibunya di dalam ruang perawatan intensif ICU khusus Ibu dan bayi baru lahir.

"Cara terbaik untuk mengasuh bayi berat badan lahir rendah yang, termasuk di negara-negara berpenghasilan tinggi, adalah melalui kontak kulit ke kulit dengan ibunya di unit perawatan pasangan ibu-bayi yang memberikan perawatan dan perawatan medis untuk keduanya," Kata Dr Bjorn Westrup dari Karolinska Institute, Swedia.

Perawatan ibu kanguru sudah diketahui efektif mengurangi angka kematian hingga 40 persen pada bayi yang dirawat di rumah sakit dengan berat lahir kurang dari 2,0 kg ketika kondisinya telah stabil secara klinis. Namun, studi baru itu memberikan bukti baru bahwa kemungkinan bayi meninggal turun 25 persen ketika perawatan ibu kanguri dimulai segera setelah lahir, baik oleh dengan ibu kandung atau ibu pengganti.

Direktur Layanan Kesehatan di Malawi yang juga salah satu peneliti Dr Queen Dube mengatakan, memisahkan ibu dari bayi baru lahir yamg sedang sakit justru bisa menambah stres bagi ibu dan bayinya.

"Pada saat mereka berdua sering melakukan kontak dekat, perawatan Ibu Kanguru jadi solusinya. Menjaga ibu dan bayinya bersama membantu bayi untuk bertahan hidup dan berkembang," ucapnya.

ICU khusus ibu-Bayi Baru Lahir telah didirikan di beberapa negara sehingga para ibu dapat selalu bersama bayinya untuk memberikan perawatan kanguru secara berkelanjutan. Para ibu menerima perawatan pasca melahirkan di bangsal tersebut tanpa dipisahkan dari bayinya.

Jika ibu tidak sehat, pemilihan ibu pengganti bisa dilakukan hingga ibu kandung pulih.

Selama uji klinis, yang dilakukan di lima negara di Afrika dan Asia, ibu atau ibu pengganti diberikan sekitar 17 jam kontak kulit ke kulit per hari saat berada di ICU Ibu-Bayi Baru Lahir. Penyampaian intervensi membutuhkan kolaborasi erat antara departemen kebidanan dan neonatal.

Perawatan ibu kanguru langsung juga disebut memiliki beberapa manfaat lain selain meningkatkan kelangsungan hidup. Yakni, mengurangi infeksi dan hipotermia, yang merupakan dua besar penyebab kematian pada bayi kecil. Bayi juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk menyusu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Populer Banget, 4 Metode Diet Berikut Ternyata Malah Harus Dihindari

Populer Banget, 4 Metode Diet Berikut Ternyata Malah Harus Dihindari

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 21:20 WIB

Perempuan yang Berat Badannya Naik Turun Berisiko Alami Gangguan Tidur

Perempuan yang Berat Badannya Naik Turun Berisiko Alami Gangguan Tidur

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 15:05 WIB

Rajin Minum Air Putih Efektif Menurunkan Berat Badan? Begini Faktanya

Rajin Minum Air Putih Efektif Menurunkan Berat Badan? Begini Faktanya

Banten | Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:25 WIB

Terkini

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB