alexametrics

Awas, Regangkan Tubuh Sampai Berbunyi "Krek" Bisa Picu Masalah Tulang

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Awas, Regangkan Tubuh Sampai Berbunyi "Krek" Bisa Picu Masalah Tulang
Ilustrasi meregangkan tulang belakang, tulang ekor, pinggang, punggung. (Shutterstock)

Meregangkan tubuh hingga berbunyi krek memang melegakan, tapi bisa berefek pada kesehatan.

Suara.com - Meregangkan tubuh hingga berbunyi "krek" mungkin bisa menjadi kepuasan tersendiri. Padahal jika sering dilakukan, aktivitas ini bisa mengganggu kesehatan. 

Melansir dari Healthshots, Dr Rakesh Nair ahli bedah di Rumah Sakit Multispeciality Zen, Mumbai, membuat tulang berbunyi krek dapat berubah menjadi tidak nyaman dan  merasa tulang belakang tidak pada tempatnya. Karenanya, penting untuk hati-hati dan memeriksa kebiasaan Anda untuk memecahkan punggung. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peregangan jika sesekali dilakukan akan baik-baik saja dan dapat menghilangkan stres pada tulang belakang.

Suara "krek" yang muncul ini karena tendon dan ligamen yang menggosok sendi dan jika keseringan melakukannya, maka akan menyebabkan keausan sendi.

Baca Juga: 5 Hal Jika Terjadi Kekurangan Nutrisi, Bisa Nyeri Tulang

Berikut adalah tiga alasan utama mengapa Anda harus menghindari peregangan tulang hingga berbunyi krek, antara lain:

1. Hipermobilitas

Aktivitas peregangan ini memindahkan sendi tertentu di luar rentang gerak normal yang disebut hipermobilitas. Otot dan tendon Anda harus berusaha keras untuk menstabilkan punggung dan ini dapat mengundang cedera. 

Peregangan. (NHS)
Peregangan. (NHS)

2. Bahayakan tulang rawan

Tulang rawan dapat digambarkan sebagai jaringan ikat yang kuat dan halus di mana terletak di ujung tulang dan tulang belakang Anda. Bagian ini adalah peredam kejut dan mendistribusikan berat  pada semua sendi. Meregangkan tulang sampai berbunyi krek bisa memicu merosotnya tulang rawan.

Baca Juga: Mulung Cari Nafkah Buat Ayah dan Adik, Gadis Kecil Semringah Ketiban Rezeki

Jika dilakukan secara rutin dan dalam jangka waktu yang lama, aktivitas peregangan yang berlebihan tersebut bisa memicu cedera tulang belakang. 

Komentar