Studi: Pasien Covid-19 Ringan Mengembangkan Antibodi Lebih Tahan Lama

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 27 Mei 2021 | 09:32 WIB
Studi: Pasien Covid-19 Ringan Mengembangkan Antibodi Lebih Tahan Lama
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

Suara.com - Mantan pasien Covid-19 yang sebelumnya mengalami gejala ringan disebut bisa mempertahankan kekebalan tubuh yang lebih tahan lama. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal Nature

Melansir dari Healthshots, penelitian yang dipimpin oleh para peneliti di Washington University School of Medicine in St. Louis menunjukkan bahwa orang dengan Covid-19 ringan masih memiliki kekebalan berbulan-bulan kemudian. Sel-sel semacam itu kemungkinan bisa bertahan seumur hidup, memadamkan antibodi sepanjang waktu.

"Musim gugur yang lalu, ada laporan bahwa antibodi dengan cepat menurun setelah infeksi Covid-19, dan media mainstream menafsirkan bahwa artinya kekebalan itu tidak berumur panjang," kata penulis senior Ali Ellebedy, PhD, seorang profesor associate patologi dan imunologi, obat-obatan dan mikrobiologi molekuler.

"Tapi itu salah tafsir data. Ini normal untuk tingkat antibodi untuk turun setelah infeksi akut, tetapi mereka tidak turun ke 'nol'. Di sini, kami menemukan sel-sel penghasil antibodi bertahan 11 bulan setelah gejala pertama. Sel-sel ini akan hidup dan menghasilkan antibodi untuk imunitas jangka panjang," imbuhnya. 

Selama infeksi virus, sel-sel imun yang menghasilkan antibodi dengan cepat berkembang biak dan beredar dalam darah. Setelah infeksi berakhir, sebagian besar sel-sel seperti itu mati dan tingkat antibodi darah turun.

Namun populasi kecil sel-sel penghasil antibodi yang disebut sel plasma berumur panjang, bermigrasi ke sumsum tulang dan menetap. Sel-sel ini terus mengeluarkan tingkat antibodi yang rendah ke dalam aliran darah untuk membantu menjaga terhadap pertemuan lain dengan virus.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

"Sel-sel ini tidak membelah. Mereka diam, hanya duduk di sumsum tulang dan menambah antibodi. Mereka telah melakukan itu sejak infeksi diselesaikan, dan mereka akan terus melakukan itu tanpa batas," kata Ellebedy.

Orang-orang yang terinfeksi dan tidak pernah memiliki gejala juga dapat memilikikekebalan jangka panjang. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Riau Tertinggi, Satgas Ingatkan Pemerintah Kabupaten-Kota

Kasus Covid-19 Riau Tertinggi, Satgas Ingatkan Pemerintah Kabupaten-Kota

Riau | Kamis, 27 Mei 2021 | 08:43 WIB

Vaksinasi Lansia di Sleman Nomor Tiga Tercepat Secara Nasional, Begini Kata Dinkes

Vaksinasi Lansia di Sleman Nomor Tiga Tercepat Secara Nasional, Begini Kata Dinkes

Jogja | Kamis, 27 Mei 2021 | 07:55 WIB

Pasien Positif Corona Nekat Kabur Dari RS Demi Makan Malam Romantis Bareng Tunangan

Pasien Positif Corona Nekat Kabur Dari RS Demi Makan Malam Romantis Bareng Tunangan

Batam | Kamis, 27 Mei 2021 | 08:05 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×