Studi Ungkap Orang Dewasa Muda dengan Skizofrenia Rentan Lakukan Bunuh Diri

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 27 Mei 2021 | 14:38 WIB
Studi Ungkap Orang Dewasa Muda dengan Skizofrenia Rentan Lakukan Bunuh Diri
Ilustrasi stres, depresi dan skizofrenia [shutterstock]

Suara.com - Orang dewasa muda yang mengidap skizofrenia lebih berisiko melakukan tindakan bunuh diri. Hal tersebut diungkap lewat penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Colombia.

Ditulis dalam jurnal JAMA Psychiatry, pengidap skizofrenia berusia 18 sampai 34 tahun memiliki risiko melakukan bunuh diri tertinggi dari kelompok usia lain.

Dan meski paling rentan menderita skizofrenia, namun kelompok usia 65 tahun memiliki risiko melakukan bunuh diri yang lebih rendah.

Mengacu perbandingan studi sebelumnya, populasi umum di negara AS untuk orang dewasa muda memiliki risiko lebih rendah melakukan bunuh diri, dibanding kelompok usia tua.

Meskipun begitu, studi terbaru ini menegaskan bahwa skizofrenia meningkatkan risiko 4,5 kali lipat melakukan bunuh diri pada orang dewasa.

"Ketika seseorang dengan skizofrenia bunuh diri, upaya yang perlu dilakukan dengan memberikan sedikit peringatan. Dan seringkali, perilaku bunuh diri pada skizofrenia didorong oleh proses psikotik, sehingga aspek ini yang sulit diantisipasi dan dicegah," ungkap profesor psikiatri Elizabeth K. Dollard Columbia, Mark Olfson yang dilansir dari Medical Express.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti memeriksa catatan pasien skizofrenia berusia 18 tahun ke atas, yakni sebesar 668.836 orang.

Orang dewasa muda, kata Mark Olfson, lebih mungkin mengalami keinginan untuk bunuh diri serta penggunaan narkoba, rawat inap, dan kunjungan ke gawat darurat.

Karenanya, karakteristik tersebut meyakini bahwa orang dewasa muda dengan skizofrenia lebih berisiko besar melakukan bunuh diri.

baca juga

Menurut Mark, skizofrenia penyakit mental ini juga meningkatkan kematian bunuh diri, yakni gangguan suasana hati, depresi mayor, dan gangguan bipolar.

Dengan adanya temuan studi ini, tingginya risiko bunuh diri pada skizofrenia perlu diperhatikan oleh terapis maupun dokter kejiwaan.

Tentunya, dengan meningkatkan akses antipsikotik clozapine, program deteksi psikosis dini, skrining risiko bunuh diri, dan terapi perilaku kognitif.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Anda juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habis Ribut dengan Pacar, Mahasiswa di Ketapang Gantung Diri

Habis Ribut dengan Pacar, Mahasiswa di Ketapang Gantung Diri

Kalbar | Rabu, 26 Mei 2021 | 13:10 WIB

Bule Jerman Gantung Diri, Tewas di Guest House Desa Kuta

Bule Jerman Gantung Diri, Tewas di Guest House Desa Kuta

Bali | Rabu, 26 Mei 2021 | 09:49 WIB

Nenek Asal Gunungkidul Gantung Diri Saat Suaminya Pergi Arisan Kampung

Nenek Asal Gunungkidul Gantung Diri Saat Suaminya Pergi Arisan Kampung

Jogja | Minggu, 23 Mei 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:00 WIB

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

×