Perokok di Seluruh Dunia Capai 1,1 Miliar Orang, Indonesia Masuk 10 Besar

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Jum'at, 28 Mei 2021 | 09:01 WIB
Perokok di Seluruh Dunia Capai 1,1 Miliar Orang, Indonesia Masuk 10 Besar

Suara.com - Merokok memang dikenal berbahaya bagi kesehatan, namun telah menjadi asupan yang adiktif bagi banyak orang. Penelitian telah mencatat bahwa perokok di seluruh dunia telah mencapai 1,1 miliar orang. Sementara tahun 2019, kematian orang akibat rokok mencapai 8 juta orang. 

Melansir The Guardian, studi yang diterbitkan di Lancet menyatakan bahwa merokok dalam sembilan tahun sejak 1990, mencapai angka tertinggi sepanjang masa sebesar 1,1 miliar. Penulis studi tersebut mengatakan bahwa pemerintah perlu fokus pada pengurangan konsumsi rokok di kalangan anak muda. Hal ini disebabkan karena 89 peersen perokok baru ada pada usia 25 tahun.

"Kaum muda sangat rentan terhadap kecanduan [rokok], epidemi tembakau akan terus berlanjut selama bertahun-tahun yang akan datang kecuali negara-negara dapat secara dramatis mengurangi jumlah perokok baru mulai setiap tahun," kata penulis utama studi tersebut, Marissa Reitsma , seorang peneliti di Institute for Health Metrics and Evaluation.

Meskipun prevalensi merokok telah berkurang secara global selama tiga dekade terakhir, prevalensi tersebut meningkat untuk pria di 20 negara dan untuk wanita di 12 negara. Sekitar lebih dari 700 juta (2 per 3) perokok berasal dari 10 negara, yakni China, India, Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, Bangladesh, Jepang, Turki, Vietnam, dan Filipina. 

Guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Bekasi akan meniadakan ruang rokok bersama.
Guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Bekasi akan meniadakan ruang rokok bersama.

Tahun 2019, merokok dikaitkan dengan 1,7 juta kematian akibat penyakit jantung iskemik, 1,6 juta kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik, 1,3 juta kematian akibat kanker trakea, bronkus dan paru-paru serta hampir 1 juta kematian akibat stroke.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa setidaknya setengah dari perokok jangka panjang akan meninggal karena penyebab yang terkait langsung dengan merokok. Perokok memiliki harapan hidup rata-rata 10 tahun lebih rendah daripada mereka yang tidak pernah merokok.

"Memastikan bahwa kaum muda tetap bebas rokok hingga pertengahan usia 20-an akan menghasilkan penurunan radikal dalam tingkat merokok untuk generasi berikutnya," kata Reitsma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Disebut Sedang Melakukan Kejahatan Ekonomi Terhadap Petani Tembakau

Pemerintah Disebut Sedang Melakukan Kejahatan Ekonomi Terhadap Petani Tembakau

Bisnis | Jum'at, 28 Mei 2021 | 05:51 WIB

Pemkot Bandung: Publik Perlu Tahu Hubungan Rokok dengan COVID-19

Pemkot Bandung: Publik Perlu Tahu Hubungan Rokok dengan COVID-19

Jabar | Kamis, 27 Mei 2021 | 06:00 WIB

Masih Banyak Yang Merokok, DPRD Bogor Nilai Perda KTR Belum Efektif

Masih Banyak Yang Merokok, DPRD Bogor Nilai Perda KTR Belum Efektif

Bogor | Selasa, 25 Mei 2021 | 19:19 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×