Hati-hati, Ini Dampak Negatif Jika Bayi Sering Dibedong Kencang

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 13:04 WIB
Hati-hati, Ini Dampak Negatif Jika Bayi Sering Dibedong Kencang
Ilustrasi membedong bayi. (Elements Envato)

Suara.com - Teknik bedong pada bayi sudah menjadi tradisi yang turun-temurun. Pada dasarnya, teknik bedong ini dilakukan untuk membantu bayi agar tidurnya tenang dan merasa nyaman.

Tetapi, menurut Dokter Spesialis Anak dr. Andreas, M. (Ped) Ked, bayi yang dibedong kencang bisa bikin bayi aktif bergerak di masa depan.

“Yang ada si anak tidak bisa gerak aktif nanti gara-gara dibedong kencang. Dan ini bisa bikin motorik kasarnya jelek,” ungkapnya pada acara Anak Sakit, Apa Yang Harus Ibu Lakukan? Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, jika ingin memberikan kehangatan pada bayi bukan lewat teknik bedong. Melainkan dengan diberikan selimut.

Bedong Bayi. (Dok. Love To Dream)
Bedong Bayi. (Dok. Love To Dream)

“Orang dulu bilang kalau bayi dibedong bikin hangat ya, kalau mau hangat bukan dibedong. Tapi pakai selimut biasa aja,” katanya.

Tetapi, bukan berarti bayi tidak boleh dibedong. Dr. Andreas menyarankan bila bayi dibedong jangan sampai terikat kencang.

“Dibedong itu nggak apa-apa, tapi jangan kencang-kencang. Ini biar anak bisa gerak aktif, dan tujuannya bukan bikin kaki bagus. Bukan,” sarannya.

Melansir dari Halodoc, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan bedong pada bayi. Teknik yang dilakukan ialah dengan membungkus bayi menggunakan kain. Tentunya, kain akan membuat si bayi merasa seperti di dalam rahim.

Selain itu, perlu hati-hati agar tidak membedong bayi terlalu ketat yang bisa berisiko bahaya pada bayi. Salah satunya menghambat pertumbuhan bayi di bagian kakinya.

Tidak hanya itu, jika menarik kaki bayi saat dibedong, saraf-saraf pada kakinya bisa mengalami masalah ke depannya.

Terakhir, tidak semua bayi nyaman dibedong. Bahkan bayi bisa saja menangis dan berontak. Dan kalau dipaksakan, si bayi bisa mengalami kesulitan saat bernapas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengakuan Mengejutkan Perempuan Muda Pembuang Janin, Tangan Bayi Hilang Saat Ditemukan

Pengakuan Mengejutkan Perempuan Muda Pembuang Janin, Tangan Bayi Hilang Saat Ditemukan

Bali | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:06 WIB

Dokter Tidak Sarankan Bedong Bayi Selain Saat Tidur, Kenapa?

Dokter Tidak Sarankan Bedong Bayi Selain Saat Tidur, Kenapa?

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 18:50 WIB

Suami Bedong Bayi Bak Bungkus Lemper, Videonya Bikin Warganet Ketar-ketir

Suami Bedong Bayi Bak Bungkus Lemper, Videonya Bikin Warganet Ketar-ketir

News | Minggu, 18 Oktober 2020 | 13:47 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB