Kemendikbud Ristek Minta Sekolah Tatap Muka Maksimalkan Belajar di Luar Kelas

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 11 Juni 2021 | 05:30 WIB
Kemendikbud Ristek Minta Sekolah Tatap Muka Maksimalkan Belajar di Luar Kelas
Sebagai ilustrasi: Anak-anak belajar di Sekolah Alam Sandal Jepitan Bareng di Desa Sambeng, Borobudur. (Dok. Sandal Jepitan Bareng).

Suara.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengingatkan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa serta guru, baru tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial anak.

Oleh sebab itu, Koordinator PMP dan kerjasama Sesditdjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek Katman mengatakan, PTM terbatas juga harus dilengkapi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih dilakukan. 

"Sampai saat ini sudah ada sejumlah sekolah yang memulai pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena pelayanan pendidikan pada saat pandemi, satuan pendidikan harus menyediakan menu tatap muka terbatas dan menu pembelajaran jarak jauh. Sehingga dua-duanya akan dilayani," ucap Katman dalam dialog virtual Satgas Covid-19, Kamis (10/6/2021).

Katman menyampaikan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan upaya pembelajaran tatap muka terbatas.

Beberapa hal tersebut antara lain harus menghimpun informasi dan kondisi sekolah. Orangtua juga perlu tahu seperti apa sekolah menerapkan protokol kesehatan serta patuh menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Tindakan-tindakan itu, kata Katman, penting dilakukan untuk mencegah risiko penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Diakuinya, rencana STM mungkin terasa tidak terlalu sulit bagi siswa yang SMP maupun SMA.

Tantangan diprediksi akan lebih terasa dalam pelaksanaan PTM terbatas pada tingkat PAUD hingga SD.

Anak-anak yang cenderung aktif secara fisik seringkali bermain dan berdekat-dekatan dengan temannya. Oleh sebab itu, Katman menyarankan agar sekolah memanfaatkan area di luar kelas sebagai tempat belajar.

"Beberapa sekolah tidak melakukan pembelajaran di dalam kelas tapi di luar kelas, area terbuka yang lebih mudah untuk memberlakukan jaga jarak. Jadi kalau terjadi kerumunan akan lebih mudah diantisipasi dan memberikan tanda untuk lokasi. Jadi mereka bermain secara personal, alat mainnya juga tidak bergantian," papar Katman.

baca juga

Orangtua yang datang mengantarkan anaknya sekolah juga harus diberikan pemahaman untuk tidak melakukan kerumunan.

"Artinya setiap pengantar antara satu anak-anak lainnya ruang tunggu dipisah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Disdik Sleman: Belum Vaksin Tak Boleh Mengajar

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Disdik Sleman: Belum Vaksin Tak Boleh Mengajar

Jogja | Kamis, 10 Juni 2021 | 20:54 WIB

Koordinator P2G Satriwan Salim: Pembelajaran Tatap Muka, Harus Ada Pemetaan Rinci Dulu

Koordinator P2G Satriwan Salim: Pembelajaran Tatap Muka, Harus Ada Pemetaan Rinci Dulu

wawancara | Kamis, 10 Juni 2021 | 19:24 WIB

Khawatir Izinkan Anak Ikut Sekolah Tatap Muka Terbatas? Begini Saran Kak Seto

Khawatir Izinkan Anak Ikut Sekolah Tatap Muka Terbatas? Begini Saran Kak Seto

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 19:30 WIB

Terkini

Mulai 2027, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu per Tahun, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Mulai 2027, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu per Tahun, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:18 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:11 WIB

2 Pilihan Setrika Hijab, dari Model Listrik hingga Uap ulai Rp160 Ribuan

2 Pilihan Setrika Hijab, dari Model Listrik hingga Uap ulai Rp160 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 16:05 WIB

Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?

Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 16:04 WIB

×